GMMI Desa Persatuan Pulau Rakyat Laksanakan Giat Bedug Sahur Ramadhan 1442 H

Kisaran, Sumaterapost.co – Pada saat membangunkan orang untuk sahur, merupakan budaya yang sudah lama ada di Indonesia, layaknya ragam budaya yang dimiliki oleh Indonesia.

Cara membangunkan sahur pun berbeda-beda di tiap daerah, namun memukul beduk sahur menjadi budaya yang sangat familiar hampir di setiap daerah.

Salah satunya, GMMI (Gerakan Muda Mudi lslamiyah) yaitu Gerakan Remaja yang ada di desa Persatuan ini sangatlah aktif melakukan kegiatan bedug sahur di setiap bulan Ramadhan.

Dengan peralatan seadanya mereka tetap semangat demi membangunkan warga yang akan melaksanakan Ibadah puasa, kegiatan ini mereka lakukan dengan ikhlas hati dan tanpa ada paksaan.

Hal ini dikatakan Ketua GMMI Desa Persatuan Kecamatan Pulau Rakyat Asahan, Supry Anggara kepada wartawan Sumaterapost.co, Minggu (25/4/21) yang juga merupakan salah satu penggerak kegiatan ini.

“Kegiatan bedug sahur ini, sudah berjalan hampir setiap tahunnya pada bulan Ramadhan, kami melakukannya dengan inisiatif sendiri, menggunakan Armada Becak yang dipinjam dari warga. Mereka bergerak mulai pukul 02.30 s/d pukul 03.30 dini hari”, ujar Anggara.

Sementara menurut Agus, salah seorang masyarakat Desa Persatua, juga sangat mengapresiasi kegiatan ini. Agus merasa sangat bangga dengan adanya bedug sahur ini karena mereka nggak akan kesiangan lagi unutk melaksanakan sahur.

“kami bangga kepada remaja yang ada dipersatuan ini mau melaksanakan kegiatan bedug sahur ini, berkat mereka kami tidak kesiangan untuk melaksanakan sahur”, kata Agus.

Dalam pandangan Supry Anggara, tradisi membangunkan sahur menggunakan bedug ini di beberapa daerah sudah mulai berkurang, terkait larangan membuat gaduh di malam hari.

“Hal ini diatur dalam Pasal 503 angka 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) jo, Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia No. 2 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda Dalam KUHP yang berbunyi:
“Dengan hukuman kurungan selama-lamanya tiga hari atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 225.000 barangsiapa membuat riuh atau ingar, sehingga pada malam hari waktunya orang tidur dapat terganggu.” tandasnya. (Anton A Manalu).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here