GoPot, Wayang Potehi Keliling Resmi Diluncurkan

Sebelum lounching GoPot dan Pementasan Wayang Potehi dilangsungkan ritual sembahyang di depan para Kimsin Kongco musik dan seni agar semuanya berjalan lancar. (Christian Saputro)

SumateraPost, Semarang – Program GoPot, Wayang Potehi Keliling yang digagas PT Marimas Putra Kencana (Semarang) bersama Yayasan Fu He An (Jombang) resmi diluncurkan di Gedung Rasa Dharma, Gang Pinggir 31, Kranggan, Semarang, Kamis 1 Oktober 2020.

Dalam lounching yang disiarkan live streaming melalui Zoom dan Youtube @rasadharma dihadiri walikota Semarang Hendrar Prihadi, Ketua Kadin Jateng Kurrit Suryo Wicaksono dan puluhan undangan dengan tetap mematuhi tatanan new normal protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Walikota Senarang Hendrar Prihadi dan Direktur Marimas Group Harjanto Halim menonton gelaran Wayang Potehi dengab lakon Hou Yi memanah Matahari. (Christian Saputro)

Ketua Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong, Harjanto Halim, mengatakan, lounching GoPot ini menandai dimulainya program Wayang Potehi Keliling nusantara. GoPot sendiri merupakan program wayang potehi keliling menggunakan mobil sebagai prasarana panggungnya. Mobil Wayang Potehi Keliling ini merupakan bantuan dari PT Marimas Putera Kencana yang diberikan kepada Yayasan Fu He An, Jombang, pelestari Wayang Potehi. Mobil GO POT (ehi) sendiri telah diserahterimakan dari Harjanto Halim Direktur, PT Marimas Putera Kencana,kepada Ketua Yayasan Fu He An, Jombang, Toni Harsono, 12 Agustus 2020, di Kantor Marimas Putera Kencana, Komplek Industri Candi, Semarang, Jawa Tengah.

Kisah Hou Yi Memanah Matahari ditaja dalang Widodo dari Gudo dalam peluncuran GoPot di Rasa Dharma ,Semarabg, Kamis (1/10) (Christian Saputro)

Lebih lanjut, Harjanto Halim, berharap dengan konsep kekinian GoPot, mobil wayang potehi, bisa dihidupkan kembali tradisi wayang potehi untuk doa keselamatan, kesehatan dan kesuksesan dan kebahagian. Dan ini satu-satunya GoPot di Indonesia.“Jadi kalau orang mau nanggap wayang potehi tidak perlu repot lagi. Panggungnya berupa mobil yang praktis dan biayanya pun tak mahal. Hanya Rp 1 juta sekali pentas dengan durasi sekira 30 menitan. Jadi tidak berjam-jam dan membosankan. Wayang Potehi ini juga bisa untuk tolak bala dan mengundang rejeki,” ujar bos Marimas Group ini berpromosi.

Direktur PT Marimas Putra Kencana yang punya komit terhadap budaya ini menambahkan, wayang potehi bisa ditanggap masyarakat untuk acara ucapan syukur ; ulang tahun, kelahiran anak, khitanan, wisuda, pembukaan kantor baru, tolak bala di rumah, kantor, pabrik dan sekolah. “Jadi kita bisa senang-senang, nguri-uri budaya sekaligus ngurip-urip. Melestarikan sekaligus menghidupi para pelaku budayanya,” tandas bos Marimas Group ini.

Ketua Yayasan Fu He An Toni Harsono, menyampaikan apresiasinya dengan apa yang telah dilakukan oleh Harjanto Halim dari PT Marimas Putra Kencana yang mendukung upaya memasyarakatkan Wayang Potehi dengan meluncurkan program GoPot Wayang Potehi keliling. “Saya sangat berterima kasih kepada pak Harjanto Halim yang menyambut gagasan saya untuk lebih mengenalkan Wayang Potehi dengan pentas keliling dengan mobil unit,” Penerima penghargaan Pengabdi Budaya dari Bentara Budaya.

Ketua Kadin Jateng Kukrit Suryo Wicaksono dalam sambutannya, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Rasa Dharma dengan lonching GoPot ini. “Pecinan Semarang ini jadi trendsetter tak hanya di Indonesia, tapi hingga mancanegara. Pasar Semawis contohnya, yang sudah berjalan bertahun-tahun. Saya berharap nantinya akan ada hal lain yang diangkat sehingga makin membuat harum kota Semarang,” ujar Kukrit SW yang juga CEO SMN Group.

Hal senada juga disampaikan Walikota Semarang Hendrar Prihadi, juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi kepada Rasa Dharma yang selama ini telah memotori berbagai event budaya di Pecinan termasuk Pasar Imlek. “Ini membuat kota Semarang makin marak dan berwarna dengan budaya yang multilkultural. Mudah-mudahan nanti ada kreasi budaya lainnya yang diangkat yang mungkin selama ini tidak nampak,” ujar Hendi panggilan karib walikota Semarang ini usai melihat pertunjukkan wayang Potehi.

Wayang Potehi Tolak Pagebluk

Pergelaran wayang potehi ini bertepatan dengan sembahyang Tiong Jiu Pia tahun 2020 indentik dengan hari raya kue bulan alias moon cake. Maka sebelum pementasan dimulai dengan sembahyang (doa) kepada Tian, dan para Shen Ming. Karena pada kesempatan ini ada tamu Shen Ming Kongco dari Jombang Dewa Seni Thian Touw Goan Swee. Setelah ijin Kongco Long Kuan Ya bersedia turun disandingkan satu altar dengan dikawal Kongco Kwan Kong. “Ini kali pertama bertemu raja dan jendral yang meneladani kesenian atau musik,” tegas Harjanto Halim dalam sambutannya.

Toni Harsono menambahkan sebelum pergelaran juga dilakukan ritual doa wayang potehi di atas mobil GO POT(ehi). “Momen cerita Tiong Jiu ini juga untuk tolak bala. Jadi pas dengan keadaan negara kita yang sedang terlanda pandemi Covid -19. Mudah-mudahan pementasan yang akan berlangsung sekira 30 menitan, menjadi salah satu langkah agar kita terselamatkan dari pagebluk, ” terang pelestari wayang Potehi

Kisah Hou Yi Memanah Matahari

Pertunjukkan Wayang Potehi yang mengusung lakon “Hou Yi Memanah Matahari” yang dipetik dari mitologi Cina ini berlangsung dengan meriah dan gayeng. Kisah Hou Yi dimainkan dengan hidup dan memesona oleh dalang kawakan Widodo yang sudah melanglang tak hanya di nusantara tetapi juga hingga mancanegara.

Penerima penghargaan Pengabdi Budaya dari Bentara Budaya ini, mengatakan, Sanggar Fu He An, dalam rangkaian safari GoPot keliling nusantara dijadwalkan akan ada di kota Semarang dari, 1 Oktober hingga 9 Oktober 2020. Sanggar Fu He An akan menggelar pertunjukkan wayang potehi pagi dan sore hari. Sedangkan untuk rincian jadwalnya, pagi : pukul 09.00 – 10.00 WIB, pukul 11.00 – 12.00 WIB. Untuk sore : pukul 13.00 – 14.00, pukul 15.00 – 16.00 WIB, dan pukul 17.00 – 18.00 WIB. “Untuk yang berkenan mengundang untuk kepentingan ritual doa di rumah, tempat usaha, kantor dan pabrik bisa menghubungi kontak person : Toni Harsono (HP/WA 085335368489) dengan donasi IDR 1.000.000, ” pesannya.

Toni Harsono yang merupakan generasi ketiga langsung dari seniman Potehi, Tok Su Kwie yang berasal dari Tiongkok berharap banyak masyarakat yang mau berpartisipasi untuk menanggap wayang potehi agar budaya warisan leluhur ini bisa lestari.”Kalau banyak yang berpartisipasi yang nangggap tentunya, rencana GoPot untuk keliling nusantara bisa berjalan lancar dan sukses,” harap Toni Harsono. (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here