Gubsu Diminta Desak Menteri Pertanian, Kerugian Ternak Babi Di Karo Capai Miliaran Rupiah

0

Sumaterapost. co – Tanah Karo – Kembali menjadi Agenda Pemkab Karo melalui Dinas Pertanian, terkait kasus Virus Babi Hog Colera yang banyak berdampak negatif bagi masyarakat peternak babi yang mendera 16 Kabupaten Kota, termaksu Kabupaten Karo terdata sejumlah 1660 ekor sementara yang tidak terdeteksi hampir 10.000 ekor, Rabu (04/12/2019) pukul 14.00 WIB.

Konferensi Pers terkait dampak Hog Colera (Virus Babi) serta Virus Babi African Swine Fever (ASF) yang dilaksanakan oleh Kadis
Pertanian Ir Metehsa Karo – Karo dihadiri Wakil Bupati Karo Cory S Sebayang, Sekda Karo Kamperas Terkelin Purba, Plt Asisten II Gelora Fajar Purba, Sekertaris Pertanian Munarta Ginting, Camat Kabanjahe Frans Leonardo Surbakti SSTP, Kabid Peternakan dan Kesehatan Herni Lidia Perangin – angin, dilibatkan sebagai peserta Lurah se-kecamatan Kabanjahe, Kepala lingkungan se-kecamatan Kabanjahe serta wartawan media Online, Cetak dan Elektronik.

Dalam sambutannya Kadis Pertanian memaparkan terkait wabah yang mendera ternak babi di Tanah Karo, bahwasanya virus tersebut positif menjangkit ternak babi, namun tidak berbahaya bagi manusia, begitu juga dengan hasil leb yang resmi belum dikeluarkan Balai Veteriner Medan, sehingga anggaran untuk penanggulangan belum ada, namun pihak Pertanian Tanah Karo tetap melakukan sosialisasi diberbagai Kecamatan untuk menangani babi yang terkena Virus tersebut, terangnya.

“Sudah kita bentuk tim penanganan vaksin oleh penyuluh lapangan dilokasi daerah masing-masing dan bila masyarakat ternaknya mati dikuburkan, dan bila lokasi tidak ada khusus kecamatan kabanjahe, buang di bin sampah yang sudah ditentukan, jangan buang dibadan jalan apalagi dibuang sembarangan,” Pungkasnya.

Sementara itu Wakil Bupati Karo mengatakan, sangat Prihatin dengan musibah Virus yang menimpa peternak babi, jika dihitung – hitung kerugian yang mendera masyarakat yang berprofesi menyangkut ternak babi mencapai Milliaran Rupiah, dan kita harapkan Kadis Pertanian Karo bekerjasama dengan 16 Kadis Kabupaten Kota lainya bekerja sama agar mendesak Gubernur Sumatera Utara menyurati Menteri Pertanian, terkait dampak dari Virus Babi yang menimpa masyarakat, tegas Cory S sebayang.

“Harus segera mungkin hal ini sampai kepada menteri pertanian agar musibah yang menimpa masyarakat ternak babi mendapat perhatian Pusat”, Jelas Wakil Bupati

Ditambahkannya lagi namun harus diketahui tidak ada sabotase terkait wisata halal, namun begitu bagi masyarakat ternak babi dan bersangkutan dengan babi juga harus menjaga keseterilan kandang babinya masing-masing, karena walau tidak menular kemanusia, bersihkan kandang jaga makanan ternaknya koordinasi dengan bagian pakan ternak, dan tidak membuang bangkai babinya sembarangan, imbuh Beru Bayang.

“Virus babi tidak berbahaya bagi manusia, tapi kebersihan kandang dan bangkai babi harus segera diatasi, agar penyakit yang lain tidak timbul,” tutupnya. (Mawar Ginting)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here