Gudang SRG Bawang Merah Teknologi CAS Upaya Stabilitasi Harga

 

Brebes SumateraPost.co – Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI terus mendorong percepatan implementasi teknologi mesin penyimpanan produk holtikultura. Saat ini penerapan Sistem Resi Gudang (SRG) bawang merah di Kabupaten Brebes telah mengadopsi teknologi Controle Athmosphere Storadge (CAS) untuk menyimpan produk unggulan dari petani tersebut.

“Dengan teknologi ini kami mengupayakan agar harga bawang merah tetap stabil meski panen raya,” ucap Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga, saat mengunjungi Gudang SRG CAS Klampok Kecamatan Wanasari, Senin (25/1).

Kata Jerry, selain pengendalian harga, juga memastikan stok dari hasil panen bawang merah aman. Karena dapat disimpan dengan baik di SRG.

Baca Juga :  Silaturahmi Banser Ke Kodim 0715/Kendal untuk Mempererat Tali Persaudaraan

“Saat ini kami meninjau langsung Gudang SRG di Brebes dan sudah berjalan dengan baik, berkat dukungan dari Pemkab Brebes dan koordinasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti),” ungkapnya.

Menurut Jerry, SRG dapat memberikan banyak manfaat bagi petani, yaitu dapat menyimpan komoditas hasil panen dengan baik dan memberikan kepastian harga dengan tunda jual.

“Intinya pemerintah pusat melalui Kemendag memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” tandasnya.

Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti) Prof Sidarta Utama mengatakan, Gudang ini merupakan SRG komoditas bawang merah pertama yang menggunakan teknologi CAS.

Baca Juga :  Dandim 0712/Tegal Divaksin Tepat Di 1 Tahun Covid-19 Di Indonesia

“Karena bawang merah cepat usang makanya harus menggunakan teknologi CAS atau mesin pendingin,” katanya.

Sidarta memandang, ini langkah strategis dan jika ini berjalan dengan baik maka tidak segan untuk membangun gudang untuk bawang merah di tempat lain.

“Jika jumlah SGR cukup banyak maka dapat menampung hasil panen karena stok berlebihan, dan berperan membuat harga bawang merah lebih stabil,” jelasnya.

Lanjut Sidarta, SRG terkendala beban oprasional, karena sifat bawang merah yang unik memerlukan energi listrik cukup banyak, berbeda dengan SRG gabah tanpa CAS. Kedepan akan terbuka dengan penggunaan lain, agar dapat menghemat biaya operasional.

Baca Juga :  Modus Orang Tua Sakit, Gelapkan Motor Teman

Sementara itu, Wakil Bupati Brebes Narjo mengatakan, memang perlu penambahan gudang lagi untuk menampung stok bawang merah hasil petani. Ketika panen bisa mencapai ribuan hektar sawah.

“Bukan bawang merah saja juga cabe merah jika panen raya juga harganya anjok,” tambahnya.

Narjo berharap, gudang SRG bawang merah dapat dikelola dengan baik, sehingga mampu menjadi stabilisator harga. Karena selama ini anjloknya harga menjadi masalah cukup serius ketika panen raya. Dengan begitu dapat menjawab tuntutan petani dan masyarakat terkait harga dengan tetap mempertahankan kualitas melalui terobosan teknologi CAS tersebut. ,(Bayu Arfi/Wasdiun/Sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here