Gunawan : IHSG Kembali Berada Zona Merah

45

Sumaterapost.co, Medan-Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah mengikuti pelemahan indeks saham bursa Global.

Minimnya sentimen positif dari dalam maupun luar negeri menekan pergerakan IHSG hari ini. IHSG ditutup turun 39 poin atau turun 0,634% di level 6.210 level terendah IHSG berada di level 6.198 dan tertinggi beradasering di level 6.251.

Sementara itu, tak hanya IHSG yang terkoreksi pada hari ini, seluruh indeks saham kecuali ATX Vienna juga berada di zona merah. Indeks hangseng terkoreksi paling dalam sebesar 2,1% disusul pelemahan indeks Dow Jones 1,48%, Indeks NYSE turun 1,27%, indeks S&P 500 turun 1,23%, indeks kuala lumpur 1,14% dan indeks Nikkei 1,15%

“Saat ini, perang dagang AS dengan China menjadi pemicu melambatnya pertumbuhan ekonomi di beberapa negara”, ungkap pengamat ekonomi, Gunawan Benyamin saat berbincang dengan Sumaterapost.co di Medan, Selasa 13/8/2019.
Tak hanya negara berkembang sebut dia bahkan negara maju sekalipun akan terkena dampak dari perang dagang AS dengan China.
Lesunya ekspor barang tak hanya di rasakan bagi Indonesia, beberapa negara juga mengalami hal yang sama seperti yang dirasakan oleh China, Singapura, Korea, Taiwan dan hongkong.

“Ketegangan situasi ekonomi antara kedua negara berimbas pada banyaknya persaingan usaha yang semakin ketat sedangkan hal ini tidak diimbangi dengan permintaan barang yang sesuai,” ujar Gunawan.

Apalagi saat ini Kisruh dagang Jepang dan Korea justru memperkeruh suasana dimana sebelumnya korea melakukan pemboikotan atas produk-produk Jepang kini Korea selatan mencoret jepang dari mitra dagangnya begitupun dengan Jepang yang akan melakukan hal yang sama.

Hal ini jelas menambah ancaman baru bagi ekonomi global yang tidak hanya berimbas pada kedua negara. Namun demikian saya kira pasti ada celah bagi Indonesia untuk memanfaatkan sedikit kesempatan untuk mengambil peluang dari situasi ini.

“Disisi lain, nilai tukar Rupiah juga masih terkoreksi 0,442% di kisaran level Rp.14.313/USD. sejauh ini Bank Sentral telah melakukan sejumlah strategi untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah namun hal ini belum direspon positif bagi pergerakan Rupiah terhadap dólar namun bagi mata uang negara lainnya seperti Yen, won dan ringgit, Rupiah sudah berhasil untuk berbalik arah,” tambah dia.(tiara)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here