Guncangan Gempa Sinabang Terasa Hingga ke Kota Binjai

0

SumateraPost.co, Binjai – Dampak guncangan gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 skala richter yang berpusat di lepas pantai sebelah selatan Kota Sinabang, Aceh, pada Selasa (7/1) siang, ternyata turut dirasakan warga Kota Binjai, Sumatera Utara.

Meskipun volume guncangan gempa tidak terlalu kuat, namun fenomena alam yang terjadi akibat pergeseran lempeng bumi tersebut sempat membuat sejumlah warga panik.

Pantauan wartawan, terlihat beberapa warga yang menyadari terjadinya gempa bergegas berlari menyelamatkan diri bersama keluarganya ke luar bangunan, lalu berkumpul di badan jalan maupun halaman rumah mereka.

Sebaliknya, sebagian besar warga tetap memutuskan beraktivitas normal dan memilih tetap berada di dalam ruangan. Selain tidak mengetahui telah terjadi gempa, beberapa dari mereka justru menganggap volume guncangan tidak terlalu membahayakan.

“Terasa sih, tapi getarannya kecil. Nggak terlalu berbahayalah,” ujar Hermanto (45), salah seorang warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Kota Binjai, Ahmad Yani Tarigan, melalui Staf Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops), Muhammad Surya Wijaya, membenarkan adanya dampak guncangan gempa Sinabang terhadap wilayah Kota Binjai.

Baca Juga :  Timbas Akui Tetap Jalin Komunikasi dengan Kader PKS

Namun dia menyatakan, volume guncangan yang dirasakan warga Kota Binjai tergolong lemah dan tidak membahayakan. Bahkan hingga Selasa (7/1) malam, tidak ada laporan terkait bangunan atau gedung yang rusak.

“Dampak kerusakan di Kota Binjai sejauh ini tidak ada kita temukan. Karena yang dirasakan hanya getaran kecil. Bahkan nyaris tidak terasa,” ungkap Surya.

Meskipun demikian dia tetap mengimbau warga Kota Binjai agar senantiasa waspada dan bersikap antisipatif atas kemungkinan terjadinya gempa tektonik susulan dengan volume guncangan yang lebih besar.

Hal ini mengingat, Badan Meteorologi, Klomatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat mencatat beberapa gempa tektonik susulan dengan volume getaran relatif kecil terjadi di sekitar titik guncangan awal.

“Pastinya, masyarakat Kota Binjai kita imbau untuk tetap tenang dan waspada. Hindari diri kita berada di dalam ruangan saat terjadi gempa, serta pastikan bangunan tempat tinggal kita aman dari potensi kerusakan,” seru Surya.

Sebelumnya, BMKG Pusat menyatakan, gempa bumi tektonik berkekuatan 6,4 skala richter terjadi pukul 13.05 wib, pada koordinat 2’3″ Lintang Utara dan 96’32” Bujur Timur, tepatnya di perairan laut bejarak 19 km arah selatan Kota Sinabang, Kabupaten Simeulue, Aceh, dengan kedalaman 20 kilometer di bawah permukaan laut.

Baca Juga :  Bazar Kuliner dan Pentas Seni Semarakan Cap Go Meh PKMI Binjai

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi tersebut tergolong gempa bumi dangkal, yang terjadi sebagai dampak aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia, yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia pada bagian barat Pulau Sumatera.

Secara umum, guncangan gempa sangat dirasakan warga yanh bermukim di wilayah pantai barat dan utara Aceh, seperti Kabupaten Simeulue, Tapaktuan, Singkil, dan Meulaboh, termasuk Pulau Nias dan sebagian wilayah pantai barat Sumatera Utara. Namun gempa bumi ini tidak berpotensi taunami. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here