Hardiknas, Brebes Anggarkan Pendidikan Sepanjang Hayat Untuk 2.97O Warga

Brebes SumateraPost.co – Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH, menganggarkan Pendidikan Sepanjang Hayat untuk 2.970 warga putus sekolah. Hal tersebut ditegaskan Bupati usai mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2021 di Pendopo Kabupaten Brebes, Sabtu (2/5) secara daring (dalam jaringan)/live streaming youtube Kemendikbud RI.

“Melalui Dana Desa, sebanyak 2.970 warga yang berusia diatas 21 tahun dan belum lulus SLTA mulai tahun ini wajib mengikuti mengikuti pendidikan sepanjang hayat,” ucap Idza.

Langkah kongkrit ini, kata Idza, bisa meningkatkan pemerataan pendidikan, seehungga pendidikan nasional semakin maju,” ujarnya.

Selain pendidikan sepanjang hayat, pihaknya juga menyediakan beasiswa Bidikmisi untuk anak-anak yang telah lulus Perguruan Tinggi. Ada 800 anak kurang mampu yang mendoat beasiswa Bidikmisi di 2021.

Program lain yang telah berjalan yakni Gerakan Kembali Bersekolah (GKB). Program ini bahkan mendapatkan Top 45 Inovasi pelayanan publik dari KemenPANRB.

Dunia juga akan melihat GKB karena masuk seleksi di group Open Government partnership (OGP) Lokal. Yang mana tahun 2021 ini Kabupaten Brebes akan memaparkan inovasi-inovasi yang telah dikembangkannyai di Korea Selatan dan Australia.

Baca Juga :  Wujud Dukungan PPKM Mikro, Jajaran Polres Pekalongan Terus Bagikan Masker Gratis kepada Masyarakat

“Kami mohon dukungan semua pihak agar pendidikan sepanjang hayat ini bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita diharapkan,” tambahnya lagi.

Selanjutnya Kepala Dindikpora Sutrisno menjelaskan, untuk pendidikan sepanjang hayat sendiri ini adalah program Bupati Brebes di tahun 2021, dan sudah dibuatkan Perbup dan sudah dianggarkan, serta untuk triwulan pertama juga sudah dilaksanakan pendataan.

“Untuk targetnya, di Kabupaten Brebes ada 292 Desa dan 5 Kelurahan jika dikalikan 10 orang per desa maka ada 2970 orang yang mengikuti pendidikan sepanjang hayat, ” Imbuhnya.

Dengan mengusung tema “Serentak Bergerak, Wujudkan Merdeka Belajar” Upacara Hardiknas sesuai Surat Edaran dari Kemendikbud RI untuk instansi pusat, daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri yang berada di zona hijau dan kuning diperkenankan untuk menggelar upacara tatap muka, terbatas, minimalis, dan berpedoman pada ketentuan Kemendikbud.

Baca Juga :  Polda Jateng Tiadakan Penyekatan, Namun Pemeriksaan Adminstrasi Arus Balik

Sedangkan untuk instansi dan satuan pendidikan yang berada di zona oranye dan merah diimbau untuk mengikuti jalannya upacara bendera melalui siaran langsung di kanal YouTube Kemdikbud RI dan saluran TV Edukasi dari tempat tinggal masing-masing.

Nadiem juga mengimbau, agar instansi pusat, daerah, satuan pendidikan , serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dapat turut memeriahkan Hardiknas 2021 secara kreatif, menjaga, dan membangkitkan semangat belajar di masa darurat covid-19. “Serta mendorong pelibatan partisipasi publik dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” imbau Nadiem yang akrab disapa Mas Menteri.

“Saya ingin, anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh filsafat Pancasila, belajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri karenanya Kementerian ini secara konsisten terus melakukan transformasi pendidikan melalui berbagai terobosan Merdeka Belajar, ” ujar Nadiem.

Baca Juga :  Tragedi Kedung Ombo, Dua Orang Kembali Ditemukan Oleh Petugas Gabungan

Kata Nadiem, upaya untuk perbaikan terus kami kerjakan bersama berbagai elemen masyarakat. Yang pertama perbaikan pada infrastruktur dan teknologi yang kedua perbaikan kebijakan prosedur dan pendanaan serta pemberian otonomi daerah bagi satuan pendidikan dan yang ketiga perbaikan kepemimpinan masyarakat dan budaya yang terakhir keempat perbaikan kurikulum pedagogi dan asesmen.

“Kita perlu memahami bahwa pandemic bukanlah satu-satunya tantangan yang kita hadapi titik di depan, masih membentang sederet tantangan yang akan dan harus kita lalui bersama. Mari kita lalui segala tantangan dengan inovasi dan solusi. Mari kita ciptakan sejarah yang gemilang dan tak terbantahkan oleh dunia, ” kata Nadiem.

Ketahuilah, tidak ada tantangan yang tidak dapat dihadapi bangsa yang besar ini jika kita bergotong-royong. Bahwa dengan bergotong-royong upaya kita untuk mewujudkan Merdeka Belajar akan semakin cepat terlaksana. Saling asah, silih asuh, dan saling memelihara demi satu tujuan yakni SDM Unggul, Indonesia Maju.(hms/sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here