Harga Bahan Bangunan Meroket, Kontraktor Kelimpungan

Sumaterapost.co | Aceh Utara – Sejak dua bulan terakhir harga material atau bahan-bahan bangunan di Kabupaten Aceh Utara dan Aceh Timur naik Dratis. Dedy Murtala salah satu kontraktor di Aceh Utara saat ditemui wartawan di perbatasan Aceh Utara, Minggu, 19 Juni 2022 mengeluhkan terkait melambungnya harga material atau jenis bahan bangunan pabrikan.

Ketika dimintai tanggapannya terkait hal tersebut kepada media ini Dedy Murtala mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari ini bahan bangunan seperti, semen merek Dinamik dari Rp 53000 ribu per sak menjadi Rp 58000, begitu juga dengan semen Andalas 63000 menjadi 67000 per Sak, selain itu besi juga mengalami kenaikan parah mencapai 30 persen.

Baca Juga :  PELTI Atim Siapkan 8 Atlit Ke Pora XIV Pidie, Pemusatan Pelatihan Secara Kontinyu Terus Dilaksanakan

“Misalnya besi 10 inc sebelumnya di jual Rp 60 ribu per batang, kini bertengger di harga Rp 80 ribu. Kemudian atap seng biasa dari Rp 900 ribuan, kini naik lagi. Lalu triplek tebal 4 mm dari Rp 63 ribu menjadi Rp 74 ribu,” papar Dedy.

Dedy juga menjelaskan bahwa hampir rata-rata jenis barang-barang pabrikan naik drastis, ada apa ini ? Begitu dengan harga material lain seperti pasir dan tanah timbun,” ujar Dedy seraya menambahkan dari spekulasi harga yang meroket, sangat berpengaruh kepada pihak rekanan dan pelaku usaha kontruksi.

Baca Juga :  Memaknai Hari Asyura, MTsN 3 Atim Doa dan Zikir Bersama

Kita berharap kepada pihak pemerintah untuk segera turun menetralisir dan mencari penyebab terjadinya kenaikan harga yang sangat signifikan untuk melindungi para kontraktor atau rekanan dalam penyelesaikan pekerjaan dan kontrak yang tengah berlangsung.

“Hal lain, sesuaikan kenaikan harga dengan analisa bahan resmi dari pemerintah sebagai eksekutor regulasi. Karena kenaikan harga yang terjadi juga akan berdampak terhadap kualitas dan bobot pekerjaan,” ungkapnya.

Banyak rekan rekan kontraktor mengeluhkan tentang hal yang sama.

Baca Juga :  PELTI Atim Siapkan 8 Atlit Ke Pora XIV Pidie, Pemusatan Pelatihan Secara Kontinyu Terus Dilaksanakan

“Walaupun 7 tahun saya saya bergelut di bidang bangunan proyek Tapi akibat kenaikan harga yang tinggi banyak rekan rekan yang merasakan pusing. Sayang juga saya liat rekan untuk melaksanakan penyelesaian pekerjaan fisik baik di Kabupaten Aeh Timur atau Aceh Utara,”

“Rekan – rekan saya itu terperangah akibat harga jenis bahan bangunan naik dratis. Apalagi harga besi yang mencapai kenaikan 30 persen. Hal ini memberi dampak dan ancaman terjadinya kerugian signifikan. Untuk itu saya berharap pemerintah segera mengevaluasi kenapa terjadi kenaikan disaat masa sulit akibat terdampak COVID-19,” pungkas nya (Raz)