Hari Kedua Aksi Demo Mahasiswa PMII nyatakan Sebagai FMN

Sumaterapost.co – Hari kedua aksi demo mahasiswa yang tergabung dalam PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) dan menyatakan dirinya sebagai Front Muda Nahdliyin (FMN), membakar ban bekas di halaman Kantor Pemda Lampung Selatan (Lamsel), Selasa, (24/10/17).

Tuntutan para peserta aksi tetap meminta Bupati Lampung Selatan, Zainudin Hasan, untuk menemui mereka dan meminta maaf secara lisan dan tertulis.

Aksi bakar ban sebagai bentuk protes pun sempat dihentikan oleh pihak pemadam kebakaran dari satuan Pol PP lamsel karena dianggap berbahaya dan bisa menimbulkan konflik dengan memancing dan menyulut emosi.

Menurut Kapolres Lamsel, AKBP Adi Ferdian Saputra SIK, menuturkan bahwa pihaknya akan tetap menjaga dan mengawal aksi tersebut selagi aksi itu berjalan dengan damai.

“Kami akan terus mengawal dan menjaga selagi aksi ini tetap berjalan dengan kondusif, pihaknya juga sebagai aparat penegak hukum dan pengayom masyarakat tidak membenarkan bahwa jika ada bakar-bakar” ujarnya.

Sedangkan menurut Een Riansyah, selaku koordinator aksi menuturkan bahwa pihaknya di tempat yang berbeda akan melakukan aksi juga di Polda Lampung.

“Selain di Pemda Lamsel, pihak kami juga akan ke Polda Lampung untuk melaporkan bupati lamsel, serta melakukan aksi dengan mendesak polda lampung untuk mengusut tuntas permasalahan ini” tutur Een.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh sumaterapost.co dilapangan, pihaknya akan menunggu komando lebih lanjut dari atasan, hingga waktu yang tak ditentukan. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here