Hasil Musda Golkar Kemelut, Nasib Ketua Terpilih Diujung Tanduk

SumateraPost, Bogor – Sudah lebih dari sebulan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ke X DPD Partai Golkar Kota Bogor yang digelar di Hotel Sahira Jalan Ahmad Yani Kota Bogor pada 29 Agustus lalu, ternyata menyisakan masalah yang terus berlanjut, bahkan menjadi sebuah kemelut yang berkepanjangan.

Musda Partai Golkar yang melahirkan Rusli Prihatevy sebagai ketua DPD Golkar Kota Bogor, yang terpilih secara aklamasi itu, seharusnya sudah dilakukan pelantikkan 15 September 2020 lalu. Namun demikian hingga saat ini Surat Keputusan (SK) kepengurusan DPD Partai Golkar Kota Bogor Periode 2020 – 2025 itu tidak kunjung terbit. Alias molor tak berkesudahan.

Informasi yang dihimpun, SK Kepengurusan DPD Partai Golkar Kota Bogor, hasil Musda ke X tahun 2020 itu, ternyata tidak dikeluarkan oleh DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, Hal ini dikarenakan adanya surat gugatan dari kader Partai Golkar Kota Bogor, yang diajukan kepada Mahkamah Partai Golkar di Jakarta.

Berdasarkan Surat Mahkamah Partai Golkar Nomor : B.56/MP- GOLKAR/IX/2020 tanggal 15 September 2020, ditandatangani ketua Mahkamah Partai Golkar DR. IR. H. Adies Kadir, SH, M.HUM. Ditujukan kepada ketua DPD Partai Golkar Prov Jawa Barat.

Untuk menghormati dan menjunjung tinggi proses pemeriksaan perkara yang sedang berlangsung di Mahkamah Partai Golkar, dengan ini Mahkamah Partai Golkar meminta kepada Ketua DPD Partai Golkar Prov. Jawa Barat, untuk menunda dan/atau tidak menerbitkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Jawa Barat, tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia Dewan Pimpina Daeragh Partai Golkar Kota Bogor, hasil MUSDA 2020 – 2025 hingga proses pokok perkara berkekuatan tetap.

Terbitnya surat dari Mahkamah Partai Golkar itu, nasib Rusli Prihatevy sebagai Ketua beserta kepengurusan DPD Partai Golkar Kota Bogor, periode 2020 – 2025 hasil Musda X, diujung tanduk dan terkatung katung. Bahkan tersiar informasi, pesta demokrasi Partai berlambang Pohon Beringin Kota Hujan ini, terancam akan digelar ulang.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, bidang Pertanian dan Pangan, Budi Setiawan, yang ditemui saat menyerahkan alat alat pertanian di Dinas Pertanian Kota Bogor, Senin (12/10) menjelaskan, saat digelarnya Musda di Hotel Sahira tanggal 29 Agustus lalu.

“Sebenarnya tidak ada masalah. Artinya tidak ada yang keberatan saat Musda di gelar dalam menentukan Ketua Golkar Kota Bogor, tidak ada yang keberatan,” ujar Budi

Menurutnya gugatan kader Partai Golkar Kota Bogor ke Majelis Partai Golkar di Jakarta, masih dalam proses hingga saat ini, keputusan Majelis Partai belum keluar.

“Kita tunggu saja keputusan Majelis Partai Golkar, apa mengesahkan hasil Musda X atau ada putusan lain. Kita tunggu saja,” ungkap Budi

Budi menegaskan, apapun keputusan Majelis Partai Golkar kita wajib untuk mematuhi. “Justeru di peroleh informasi, kader Partai Golkar yang menggugat pelaksana Musda itulah yang dinilai ganjil” ujar anggota DPR RI itu.

Ketua terpilih dalam Musda X DPD Partai Golkar Kota Bogor, Rusli Prihatevy, saat diminta pendapatnya, usai menghadiri penyerahan alat pertanian bersama Budi Setiawan mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengkajian atas gugatan yang dilancarkan lawan politiknya itu.

“Pokoknya kita akan terus melakukan pengkajian atas gugatan yang sedang dilakukan kader kita ini” ucap Rusli, seraya meninggalkan lokasi karena harus mengantarkan Budi Setiawan kembali ke Jakarta.

Informasi lain di peroleh dalam gugatan itu, terdapat 24 kasus yang di ajukan keberatan hingga harus di gugat di majelis partai.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here