Hima Prodi Akuntansi IIB Darmajaya Gelar Talkshow Portofolio dan Analisis Investasi

Himpunan Mahasiswa (Hima) Prodi Akuntansi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Talkshow Portofolio dan Analisis Investasi

BANDARLAMPUNG – Himpunan Mahasiswa (Hima) Prodi Akuntansi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Talkshow Portofolio dan Analisis Investasi, di Aula Rektorat Lantai III Gedung Alfian Husin, Sabtu (25/6/22).

Talkshow mengangkat tema ‘Milenial Generasiku Investasi Masa Depanku’ dan diisi narasumber Hendi Prayogi (Kepala BEI Provinsi Lampung), Dwi Krisno Yudi Pramono (Kasubbag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Lampung), dan Refa Risniadi (Perwakilan Phintraco Sekuritas).

Talkshow dihadiri 180 peserta mahasiswa dari berbagai prodi di Kampus The Best IIB Darmajaya. Dalam sambutannya, Ketua Prodi Akuntansi IIB Darmajaya, Toni Nurhadianto, S.E., M.Sc., bercerita bahwa di beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia masih banyak dikenal sebagai generasi sandwich.

Generasi ini merupakan generasi orang dewasa yang harus menanggung beban tiga generasi, yaitu orang tuanya, dirinya dan anaknya. Kondisi ini biasa di analogikan sebagai daging yang dihimpit oleh dua buah roti seperti selayaknya sandwich.

Baca Juga :  Puluhan Peserta SMA se-Lampung Ikuti DEC IX UKM Bahasa IIB Darmajaya

Generasi ini diakibatkan salah satunya kegagalan orangtua dalam mengelola keuangan, hingga akhirnya membebankan hidupnya kepada keturunannya. “Tentunya generasi ini harus diputus dengan pengelolaan keuangan yang baik” ujarnya.

Menurut dia, pengelolaan keuangan yang baik dapat dimulai dengan mengenalkan instrumen investasi. “Investasi menurut Jogianto Hartono yaitu penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama periode waktu tertentu untuk kepuasan di masa yang akan datang. Di mana, kalian dapat menempatkan keuangan di tempat yang tepat. Nanti dapat menggali banyak informasi terkait dunia investasi dengan para narasumber yang telah di hadirkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BEI Perwakilan Lampung, Hendi Prayogi mengatakan BEI merupakan lembaga yang memfasilitasi jual beli atau perdagangan saham perusahaan yang go public. “BEI diawasi oleh OJK. Bursa Efek Indonesia disini fungsinya sebagai fasilitator kepada para investor untuk memiliki perusahaan,” ungkapnya.

Baca Juga :  BAN-PT Asessment Lapangan Prodi Akuntansi, ini Harapan Rektor

Dia juga mengatakan investasi saat ini tidak hanya dilakukan oleh kalangan pengusaha saja, tetapi banyak milenial dan generasi Z yang telah melakukan investasi di pasar modal. “Untuk pembelian saham juga dapat melihat profil perusahaan yang ada di laman idx. Seperti yang produknya selalu digunakan banyak orang,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubbag Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Provinsi Lampung, Dwi Krisno Yudi Pramono mengatakan kalau pasar modal adalah salah satu sektor di jasa keuangan yang dibawah pengawasan OJK. “OJK merupakan lembaga independen yang berdiri berdasarkan UU. OJK tugasnya mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kampus The Best IIB Darmajaya Siap Kibarkan 1.500 Bendera Merah Putih

OJK, lanjut dia, juga memiliki tugas untuk melindungi pelaku jasa keuangan dan konsumennya. “OJK di pasar modal melakukan pengawasan. Menjalankan fungsi berdasarkan regulasi yang ada,” imbuhnya.

Perwakilan Phintraco Sekuritas Refa mengatakan untuk masyarakat yang ingin berinvestasi dapat membuat akun rekening di sekuritas yang dapat digunakan untuk membeli saham dalam perusahaan yang melantai di bursa. “Untuk pembuatan akun juga tidak bayar alias gratis. Dengan uang 100 ribu dapat membeli beberapa saham,” ungkapnya.

Dia juga menjelaskan bila ingin menabung saham dapat membeli tiap bulan. “Jadi, tidak perlu mengeceknya setiap hari karena tujuannya untuk menabung. Sisihkan beberapa uang yang dapat menjadi tabungan saham perbulannya dan mendapatkan keuntungan bila mengalami kenaikan,” tandasnya. (**)