Human Traffiicking Watch (HTW) Membantu PMI Asal Kawarang di Malaysia

SumateraPost – Human Traffiicking Watch(HTW) membantu Pekerja Migran Indonesia asal Karawang, PMI asal Kerawang Jawa Barat hampir gagal memperolehi haknya.

Berawal dari PMI atas nama TUTIK MULYATI asal Kerawang Jawa Barat, di kirim oleh PT TIMURAYA JAYA LESTARI dan di terima oleh Agency AP NG BERSATU SDN SDN
TUTIK MULYATI di bekerja sebagai Pekerja Penata Rumah Tangga di Puchong Selangor pada awal bulan Desember 2019, Bekerja selama satu Tahun tetapi tidak menerima sebarang gaji.

Saudari TUTIK MULYATI merasa dirinya kena tipu dan kesal, apalagi beban bekerja yang di tugaskan dari jam 05:00 pagi Sehinggga Selesai lebih kurang jam 23:00 malam di setiap Hari harus membersihkan dua buah rumah, Selain pekerja membersihkan dua buah rumah dan menyiapkan bahan masakan di dua Rumah , manakala di hujung minggu harus mencucui mobil 4-5 buah mobil .Rasa kesal mulai menyelubungi segenap jiwanya.

Dewi Kholifah Ketua perwakilan HTW Malaysia menyatakan ,bahwa Pada tgl 23 Desember 2020, Saudari TUTIK MULYATI Nekat keluar dari Rumah majikannya tujuannya adalah ke KBRI Kuala Lumpur dengan harapan meluahkan dan melaporkan segala beban deritanya agar bisa mendapatkan haknya dan keadilan.
1: Pekerja selama 1 Tahun tidak menerima gaji
2: Semua Dukoment miliknya di SITA majikan
3: Handpon miliknya Juga di SITA majikan dan hanya di benerkan menghubungi keluarga dalam satu Tahun dua kali itupun harus ribut duluan baru,” tutur
Saudari TUTIK MULYATI.

TUTIK Nekat keluar dari Rumah majikan dan berusaha menyetop mobil yang lalulalang untuk meminta pertolongan, akhirnya ada mobil yang berhenti. Mobil yang di supirin anggota PMI asal Jawa Timur Dan memberi pertolongan memanggil Grab / taxi dengan Tujuan KBRI KL ongkos Grab di bayar oleh PMI tersebut.

Malangnya Grab yang membawa TUTIK MULYATI tidak Menuju ke Tujuan Yaitu KBRI KL sebalik membawa TUTIK MULYATI masuk ke Balai Polis Salak Selatan di KUALA LUMPUR dengan Tujuan yang kurang jelas.
Akhirnya Pegawai Polis Berpangkat Sarjan dari Balai Polis Salak Selatan Telah menghubungi Pengurus Pemantau Perdagangan Manusia HTW (Dewi Kholifah) dan Memaklumkan adanya perempuan di duga WNI Warga NEGARA INDONESIA Berada di Balai polis yang di hantar oleh sopir grab dan tidak mempunyai sebarang IDENTITAS DIRI dan hanya membawa plastic bag dari supermarket. Seterusnya Pengurus Pemantau Perdagangan Manusia HTW PLN (Dewi Kholifah) meminta Bantuan kemanusian agar korban di hantar ke Markas kemanusian Human Trafficking watch untuk Proses tuntutan selanjutnya.

04 Januari 2021 , Pertemuan tujuan ajuan tuntutan di adakan di dalam Gedung KBRI KL bersama, Pengurus Pemantau Perdagangan Manusia HTW, Petugas Naker KBRI KL
Majikan , Agency Penerima AP NG BERSATU SDN BHD dan saudari TUTIK MULYATI PRT.

Hak Saudari TUTIK MULYATI berhasil di tuntut dengan Itungan gaji satu Tahun berjumlah Rm14.000.00 ribu Ringgit Malaysia, tanpa ada perlawanan dari pihak majikannya .
Patar Sihotang SH MH Chairman HTW pusat ,menyatakan akan melaksanakan investigasi terhadap perusahaan yang mengirimkan korban ke Malaysia ,karena Korban hampir 1 Tahun menjadi Korban sehingga sampai melarikan diri dari rumah majikannya.

Untuk itu HTW tetap menuntut pertanggung jawaban PJTKI yang mengirimkan Korban ke Malaysia. Patar Juga mengucapkan terima kasih kepada Pihak kepolisian Polis Berpangkat Sarjan dari Balai Polis Salak Selatan yang telah bersedia dan berekenan menghubungi Dewi Kholifah dari HTW ,demikian juga kepada KBRI yang telah memanggil majikan dan agency ,sehingga dapat di selesaikan hak hak korban.

Sumber PATAR SIHOTANG SH MH
CHAIRMAN
DEWI KHOLIFAH
KETUA TIM HTW PERWAKILAN MALAYSIA

(H. Harahap/Team)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here