Indahnya Hutan Kota Langsa dari Tangan Usman Abdullah – Marzuki Hamid

Langsa, SumateraPost – Hutan Kota yang disulap Pemerintah Kota Langsa menjadi salah satu destinasi wisata untuk wisatawan lokal maupun dari luar daerah dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan luar daerah dengan banyak kunjungan wisatawan dan sebagai pembangkit Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Langsa, Aceh.

Setelah pasangan Umara Usman Abdullah, SE dan DR.H. Marzuki Hamid, MM sebagai Walikota dan Wakil Walikota Langsa periode pertama yang dilantik pada 27 Agustus 2012, pasangan yang diusung oleh Partai Aceh (Partai Lokal Aceh), Partai Aceh pimpinan H. Muzakkir Manaf (Mualem), Usman Abdullah,SE dan DR.H Marzuki Hamid,MM, pada Pilkada 2017 lalu Usman Abdullah,SE dan DR.H. Marzuki Hamid, MM terpilih kembali sebagai Walikota dan Wakil Walikota Langsa dan periode kedua.

Kurang lebih setahun di periode pertama memimpin, Usman Abdullah,SE melirik hutan Kota yang menjadi paru Kota Langsa untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata bagi masyarakat. Hutan seluas kurang lebih 49 hektar disulap menjadi ruang terbuka hijau (RTH) hutan lindung serta banyak di minati wisatawan baik lokal, luar daerah bahkan manca Negara.

Baca Juga :  Hasil Konfrensi PGRI Ke XXII Aceh Timur, Saiful Basri Terpilih Pimpin PGRI 2021- 2025

Khusus untuk Taman Hutan Kota Langsa, pengembangannya menggunakan konsep wisata Lambada, yaitu wisata alam dipadu dengan wisata buatan dan wisata budaya di atas lahan seluas 49 Ha.

Saat proses pembangunan, kritik konstruktif hingga caci maki dan sumpah serapah diterima Toke Seum sebutan untuk Usman Abdullah,SE ketika memulai program pembangunan destinasi wisata Hutan Kota, tetapi ia bergeming dan tetap fokus menjalankan rencananya.

Hutan kota ini banyak digemari oleh para pengunjung atau wisatawan, karena didalamnya masih memiliki berbagai jenis pepohonan berukuran besar dengan jenis kayu berkelas seperti damar, Merbau, Meranti dan jenis kayu lainya.

Selain itu, jenis binatang juga menjadi daya tarik bagi pengunjung atau wisatawan seperti Rusa berbagai jenis, Buaya, Ular Phiton, berbagai jenis unggas langka, serta berbagai jenis binatang lainya yang dipelihara dengan baik. Lokasi yang hanya berjarak kurang lebih 1 Km dari jalan Ahmad Yani, menuju pinggiran Gampong Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh.

Baca Juga :  Al Munzir Minta Pengurus Baru Solid dan Kredibel Saat Menjalankan Organisasi

Berdasarkan data yang dihimpun dari manajemen PT.PEKOLA (BUMD), kunjungan wisatawan ke Taman Hutan Kota Langsa tahun 2017 sebanyak 310.963 orang, tahun 2018 sebanyak 405.447 orang, tahun 2019 sebanyak 382.110 orang.

Pada tahun 2020 menurun, hal ini disebabkan wabah coronavirus disease (Covid-19) yang menyebabkan wisatawan dari luar Aceh menurun drsatis. Sebelum Pandemi persentase kunjungan wisatawan dari luar Aceh khususnya dari sumatera Utara lebih besar.

Bagi warga Kota Langsa, Taman hutan kota telah menjadi tempat mengkais rezeki dan menyerap beberapa tenaga kerja yang berasal sebagian dari warga Gampong tetangga dengan Hutan Kota yang di kelola oleh PT.Pekola (BUMD) secara profesional.

Keuntungan lainya dengan adanya dinasti wisata hutan kota ini, warga sekitar dapat membuka kios-kios kecil di luar areal Taman Hutan Kota, selain itu jasa parkir, penyewaan kostum thematic, badut, dan penyediaan fasilitas mewarnai bagi anak-anak dan lainnya yang terus berkembang seiring waktu.

Baca Juga :  Al Munzir Minta Pengurus Baru Solid dan Kredibel Saat Menjalankan Organisasi

Sumbangan terhadap PAD Kota Langsa berupa uang dan asset yang dibangun di areal taman Hutan Kota Langsa. Uang langsung disetor ke kas daerah Kota Langsa yang sumbernya dari restribusi bulanan Rp.6.000.000 dan bagi hasil 10% dari keuntungan setelah audit independen.

Kemudian untuk nilai aset bangunan yang dibangun oleh PT Pekola di dalam taman Hutan Kota dengan taksiran nilai mencapai 3 milyar lebih sampai saat ini.

Semoga warisan hutan Kota Langsa ini menjadi warisan budaya dan warisan alam yang nantinya bisa dinikmati oleh anak cucu kita. Mari kita jaga bersama demi Kota Langsa sebagai Kota tujuan wisata yang “BER-IMAN” (bersih, indah dan Nyaman).

Didalam hutan Kota Langsa yang dikelola PT.Pekola ini cukup terjaga kelestariannya karena berbasis alam, terdapat 29 jenis Satwa sumbangan masyarakat dan titipan BKSDA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here