Indahnya Kebersamaan Dalam TMMD

sumaterapost.co, Lamongan, – Raut wajah masyarkat desa tebluru Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan tampak sumringah. Dia gembira menyaksikan jalan di kampungnya yang dulu jelek kalau lewat dan sekarang udah ada pembangunan di sana.

Keceriaan warga masyarakat itu beralasan. Sejak dulu sampai sekarang, warga hanya mampu membangun dengan penambahan menggunakan tanah ataupau pedel saja. Kalaupun hujan itupun sangat becek dan licin sehingga warga banyak yang putar balik kearah jalan lain.
Sejak itu, warga mengusulkan kepada aparat desa setempat untuk di bangun jalan betonisasi melalui program TMMD karena rakyat merasa lebih dekat dengan TNI.
Pada pertengahan bulan Desember TMMD 109 Kodim 0812/Lamongan melakukan survey lokasi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-109 Tahun 2020 di Desa Tebluru. Pengerasan jalan dengan betonisasi menjadi salah satu target program itu. Kepala Desa, tokoh masyarakat dan warga sempat ragu-ragu menanggapi rencana itu. Pasalnya warga hanya punya tenaga dan tanpa modal finansial. Namun, kekhawatiran itu sirna ketika Komandan Distrik Militer (Dandim) 0812/Lamongan, Letkol (Inf) Sidik Wiyono memimpin Satgas TMMD ke lokasi kegiatan fisik TMMD.
Seluruh warga gembira menyambutnya. Kehadiran Satgas TMMD,ibarat dewa penolong. Keceriaan tampak sekali di desa Tebluru, basis kegiatan TMMD.
Mereka mulai kerja bareng. Setiap hari, ratusan warga pria dan wanita dewasa hingga anak-anak usia sekolah bersama Satgas TNI bahu-membahu mengecor jalan.
Satgas TNI dinilai kepala Desa bapak Hamtoro, memberi banyak nilai positif kepada warga. Kehadiranya mereka di kampung tak hanya menghadirkan kenangan, akan tetapi mereka meninggalkan pesan moral tak ternilai yakni semangat kerja keras, gotong-royong, kebersamaan dan solidaritas.
“Tidak terbayangkan sebelumnya. Ternyata pekerjaan yang besar dan seberat apapun bisa dilakukan dengan gotong-royong,” ujar hamtoro.
Kepala Desa terharu menyaksikan kebersamaan prajurit TNI dan warga. Kedekatan dan keakraban telah menjauhkan jarak dan cara pandang masyarakat terhadap korps berbaju loreng yang dianggap angker dan kasar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here