Ini Enam Faktor Pendukung Pilkada Berkualitas Menurut Darwin Sipahutar

SumateraPost, Binjai – Penggiat Pemilu dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sumatera Utara, Darwin Sipahutar, hadir sebagai pembicara dalam Sosialisasi Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai 2020 di Aula Lantai II Restoran Coffee Day, Kota Binjai, Kamis (05/11/2020) siang.

Acara dibuka Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai, yang juga Ketua Divisi Sosialisasi, Sumber Daya Manusia, dan Partisipasi Masyarakat, Robby Effendi Hutagalung, serta dihadiri lebih dari 30 peserta dari lima elemen organisasi kemahasiswaan, dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam penjelasannya Darwin menyatakan, ada enam faktor utama yang mendukung terwujudnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang berkualitas di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Faktor pertama, katanya, berhubungan dengan regulasi atau produk hukum yang menjamin legalitas pelaksanaan setiap tahapan, tata cara, dan mekanisme pemilihan. Regulasi dimaksud mencakup Undang-Undang Pemilu, Peraturan KPU, Peraturan Badan Pengawas Pemilu, dan lain sebagainya.

Faktor kedua, sambung Darwin, berkaitan dengan anggaran atau pembiayaan pemilihan. Dimana menurutnya, penting bagi pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk memenuhi pembiayaan seluruh tahapan pilkada mauoun pembiayaan terhadap protokol kesehatan.

Faktor ketiga, terkait integritas penyelenggara pemilihan. Baik KPU maupun Bawaslu harus mampu menjamin penyelenggaraan Pilkada 2020 yang berkualitas, dengan mengedepankan profesionalitas, independensi, dan disiplin dalam menjaga kesehatan.

Faktor keempat, lanjut Darwin, ialah peserta pemilihan atau pasangan calon kepala daerah yangvtertib dan edukatif. Dalam hal ini, masing-masing peserta pemilihan dituntut untuk senantiasa mematuhi aturan pemilihan, disiplin menerapkan protokol kesehatan, mampu menjadi teladan masyarakata, ikutserta memberikan lpendidikan politik yang sehat, serta tidak memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 untuk melakukan praktik politik uang dan memanfaafkan program pemerintah.

Faktor kelima, menyangkut masyarakat pemilih yang responsif dan partisipasif, serta patuh dan memahami aturan pemilihan dan protokol kesehatan. Selain itu pula masyarakat pemilih dituntut berperanserta mendukung suksesi dan kelancaran tahaoan pemilihan, serta mencermati visi, misi, dan program dari masing-masing peserta pemilihan.

Sedangkan faktor keenam, Darwin menyinggung peranserta Pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yang dituntut optimal melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, terutama dalam memastikan kelanjutan tahapan pilkada, serta kondisi kesehatan penyelenggara, peserta, dan masyarakat pemilih.

“Memang ada argumen yang dibangun, bahwa sukses pilkada itu pada dasarnya adalah tugas dan tanggungjawab penyelenggara. Padahal sukses dan kelancaran Pilkada akan terwujud jika didukung oleh semua pihak, termasuk ormas,” terangnya.

Apalagi menurut Darwin, fokus Pilkada 2020 ialah mengantisipasi terciptanya klaster baru penyebaran Covid-19, memastikan masyarakat terdaftar sebagai pemilih dan menyalurkan hak pilihnya, serta menjamin terlaksananya tahapan pemilihan yang berkualitas, sehat, dan sesuai aturan.

Secara khusus dia juga mengharapkan setiap organisasi kemasyarakatan berperanserta aktif dalam mendukung pelaksanaan setiap tahapan pilkada dan mendorong angka partisipasi pemilih.

Sebab Darwin menilai, organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mengawal dan mensosialisasikan setiap tahapan pemilihan kepada masyarakat, sekaligus membangun narasi positif terkait pilkada, mencegah munculnya berita-berita hoax, dan menekan angka golput.

“Kenapa peran ormas sangat penting dan strategis? Sebab Kemendagri mencatat, ada 406.709 ormas di Indonesia, mulai di tingkat pusat hingga daerah. Dengan jumlah yang begitu banyak, tentu saja ormas akan membantu keterbatasan cakupan tugas KPU, khususnya dalam melakukan sosialisasi ke seluruh segmen masyarakat,” jelas Darwin.

Sebelumnya saat membuka acara, Komisioner KPU Kota Binjai, Robby Effendi Hutagalung, mengingatkan seluruh elemen organisasi kemasyarakatan di Kota Binjai untuk memperkuat perannya dalam mendukung dan mengawasi kelancaran setiap tahapan Pilkada 2020, serta meningkatkan antusiasme masyarakat menggunakan hak pilihnya.

Apalagi saat ini, Pilkada Kota Binjai 2020 telah memasuki tahapan kampanye yang diikuti tiga pasangan Calon walikota dan Wakil Walikota Binjai.

“Penting kami ingatkan kepada rekan-rekan sekalian, karena tahapan pemungutan suara Pilkada Kota Binjai 2020 akan berlangsung satu bulan lagi. Manfaatkan waktu yang singkat ini, untuk menunjukan peran kita sebagai warga negara,” ungkapnya.

Secara khusus Robby pun mengharapkan seluruh masyarakat Kota Binjai agar datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dan memberikan hak pilihnya pada tahapan pemungutan suara, yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here