Ini Masalahnya Tiga Warga Atim Dicambuk di Depan Umum

SumateraPost.co, Aceh Timur – Tiga orang warga Aceh Timur di Cambuk di depan umum, permasalahanya adalah meraka telah melakukan pelanggaran Syariat Islam, setelah dilakukan proses masing – masing terpidana kasus perjudian menjalani eksekusi cambuk yang di gelar di Halaman Masjid Agung Darussalihin, Gampong Jawa, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, (24 Februari 2020)

Mereka dicambuk masing – masing sebanyak 6 kali, Ketiga terpidana divonis bersalah oleh Mahkamah Syari’ah karena terbukti melakukan Maisir (perjudian) saat petugas mendapatinya sedang main judi di sebuah rumah di Desa Julok, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Sebelum dicambuk mereka sempat ditahan selama Dua Bulan selama proses persidangan, Ketiga terpidana tersebut berinisial IB, TZ dan SE.

Prosesi hukuman cambuk itu berlangsung di panggung terbuka, disaksikan hakim pengawas, jaksa, eksekutor, tim medis, forkopimda dan masyarakat, Sejumlah personel Kepolisian, Satpol PP dan WH Aceh Timur turut mengamankan berjaga kegiatan tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja /WH, Aceh Timur, T. Amran SE, MM, melalui Kabid Penegakan Peraturan Perundang – undangan Daerah dan Syariat Islam Aceh Timur Muzakkir SHI, kepada media ini mengatakan, cambuk ini merupakan komitmen Aceh guna menerapkan Syariat Islam di ibukota provinsi ini,
“Kota idi rayeuk Aceh Timur harus menjadi terdepan dalam menerapkan Syariat Islam dan menjadi model,” ujar Muzakir kepada wartawan di lokasi prosesi cambuk.
Menurutnya, apapun yang dikerjakan, terutama yang melanggar Syariat Islam semua memiliki konsekuensinya. Oleh karena itu, Muzakir meminta kepada seluruh warga Aceh Timur untuk tidak melanggar nilai-nilai yang terkandung dalam Syariat Islam.
“Mereka yang dicambuk hari ini belum tentu lebih baik dari kita. Makanya ini harus menjadi pelajaran untuk kita semua,” Jelas Pak Muzakkir. (TB)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here