Insan Olahraga Kota Binjai Patungan Bantu Pengobatan Delima

0

SumateraPost.co, Binjai – KONI Kota Binjai menyalurkan bantuan biaya pengobatan kepada Delima (16), atlet sepaktakraw putri yang menjalani masa pemulihan akibat mengalami luka bakar serius pada kedua pahanya, Jumat (24/01/2020) sore.

Siswi kelas 1 SMK, warga Jalan Gumba, Lingkungan X, Kelurahan Cengkehturi, Kecamatan Binjai Utara itu, saat ini menjalani rawat jalan, setelah hampir satu pekan menjalani perawatan medis di RS Asia Medica Tandam.

(Plt) Ketua KONI Kota Binjai, Pantjo Harimona, didampingi Sekretaris Harian, Yusdi Ghazali, dan Ketua Pengkot PSTI Binjai, Sudirman, dalam keterangannya kepada wartawan di kediaman Delima, mengatakan, penyaluran bantuan biaya pengobatan merupakan bentuk kepedulian dan tanggungjawab insan olahraga Kota Binjai terhadap musibah yang menimpa salah seorang atlet berprestasi Kota Binjai.

Menurutnya, seluruh bantuan itu merupakan akumulasi dana bantuan yang dikumpulkan secara patungan, baik yang berasal dari insan sepaktakraw Kota Binjai, maupun donasi dari para pengurus cabang olahraga dan jajaran pengurus KONI Kota Binjai.

“Kebetulan pada hari ini, kita baru salurkan bantuan biaya pengobatan tahap satu untuk Delima, yang jumlahnya itu tidak seberapa. Rencananya besok atau lusa, bantuan tahap dua akan kembali kita salurkan, mengingat ada banyak lagi insan olahraga yang ingin berpatisipasi,” terang Pantjo.

Baca Juga :  Warga Kotabumi Udik Keluhkan Jalan Rusak Parah

Sebelumnya, sang ayah Sunarko (66) menyatakan, luka bakar yang diderita Delima disebabkan insiden tumpahnya air rebusan jamu ke bagian paha, saat dia hendak memindahkan panci dari ataa kompor menuju lantai.

“Peristiwa itu sendiri terjadi pada Senin, 13 Januari 2020 malam,” ungkap Sunarko, didampingi sang istri, Misriani (52), ibu rumahtangga yang berprofesi sebagai penjual jamu.

Akibat kejadian itu, bungsu dari sembilan bersaudara tersebut tidak lagi optimal melaksanakan aktifitas kesehariannya, terutama dalam mengikuti latihan. Bahkan sejak mengalami musibah itu, dia terpaksa tidak masuk sekolah untuk sementara waktu.

“Kalau sekarang sih sakitnya sudah agak mendingan. Saya juga sudah bisa jalan seperti biasa. Tapi tetap saja rasa nyerinya masih terasa,” seru Delima, sembari memperlihatkan kondisi kedua pahanya yang melepuh. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here