Ismail Abda Minta Penegak Hukum Usut Raibnya Dana Bansos Aceh Timur

Sumaterapos, Aceh Timur – Pemerhati Sosial Aceh Timur Ismail Abda meminta penegak hukum mengusut tuntas raibnya ratusan juta dana Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kemensos RI untuk keluarga miskin. Menurutnya, karena jawaban pihak Bank, Dinsos dan Korda sangat bertolak belakang dengan apa yang disampaikan TKSK Madat Aceh Timur.

Muzakir Sulaiman TKSK yang juga sebagai Pendamping Sembako di Kecamatan Madat saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, setelah mengetahui saldo rekening milik KPM BPNT sudah hilang, dirinya langsung melaporkan kepada Korda, dan Dinsos Aceh Aceh Timur. Ia juga menjelaskan setelah melaporkan saldo hilang. Pihak Bank dan korda meminta dirinya untuk tidak menyerahkan buku rekening kepada KPM karena dikhawatirkan KPM akan marah setelah mengetahui bantuan itu hilang.

Baca Juga :  Nasabah Bumiputera Langsa Tuntut Klaem Segera Dibayar

Terkait hal tersebut Ismail Abda menilai sangat aneh dan janggal terjadi. Ia pun meminta penegak hukum harus mengusut tuntas raibnya ratusan juta dana Bansos tersebut. Apalagi para pihak yang bertangungjawab dalam proses penyaluran bansos ini saling tuding. Padahal bantuan untuk keluarga miskin ini mencapai 600 KPM atau KK selama 4 bulan dengan jumlah total anggaran sekitar 0.5 Milyar lebih, tentunya ini merugikan keluarga miskin dan tak tertutup kemungkinan ada terjadi kecamatan lain nya.

“Kejadian ini sangat aneh dan janggal, saya tidak yakin bantuan untuk keluarga miskin bisa ditarik kembali oleh Kementrian Sosial, ini pasti ada kelalaian atau kesengajaan dari pihak yang berwenang dalam proses penyaluran bansos ini,” kata Ismail Abda yang akrab disapa Isda juga Pimpinan Redaksi Tabloid RAKYAT, Minggu (13/12/2020).

Baca Juga :  Kapolsek Hadiri Pertemuan Tokoh Masyarakat dan Penyambutan KUA Peudawa

Ia menjelaskan. Bila benar adanya kelalaian dari pihak penyalur dalam hal ini BRI Cabang Langsa atau BRI Unit Pante Bidari, mereka harus tanggung jawab, tak boleh main – main dengan bansos”, sebut Isda.

Dirinya juga meminta kepada Dinas Sosial, Korda BPNT Kementerian dan TKSK Aceh Timur tidak boleh lalai dalam bekerja. Bila Pendamping Sembako Kecamatan yang lalai atau tak becus bekerja harus segera di evaluasi dan bertanggung jawab, cetusnya.

Seperti diketahui sebelumnya. Kepala BRI Unit Pante Bidari Aceh Timur Fakhrurazi menyebutkan. BRI tidak lalai dan ia pun membantah hilangnya saldo BPNT karena kelalaian pihak nya. Hal itu disampaikan saat dikonfirmasi sumaterapost.co. “BRI hanya sebagai penyalur dan bila data PKM sudah lengkap langsung kita salurkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Latte one Laksanakan fashion Betta Fish Ikan Cupang

Sementara Kadinsos Aceh Timur Elfiandi mengatakan bahwa pihak BRI yang salah. “Jika data dan berkas KPM nya sudah lengkap kenapa mereka tidak menyalurkan. Karena yang mengetahui pasti teknis proses penyaluran BPNT adalah Korda,
TKSK dan BRI. Karena Dinsos hanya sebagai penerima laporan. Atau bisa saja Keuchik terlambat dalam menyerahkan data, maka nya Kementerian menarik kembali dana bantuan tersebut,” ucapnya. (Red/Az)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here