Sumaterapost.co | Sergai – Pagar proyek lanjutan pembangunan foodcourt Sei Rampah yang terletak di Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) Sumatera Utara. tampak menggunakan seng bekas. Hal ini menjadi perhatian warga dan para pengguna jalan dimana proyek tersebut memang lokasinya di pinggir jalan lintas provinsi.
Amatan di lapangan, Rabu, (28/9/2022), proyek foodcourt tersebut dikerjakan oleh PT Buana Perkasa sebagai pemenang tender dengan nilai proyek Rp. 691.400.000 -.
Menurut Leo (35) warga yang sering melintas dan belanja kebutuhan sehari-harinya ke Sei Rampah saat ditemui mengatakan, penggunaan seng bekas pada proyek negara menjadi tanda tanya besar.
“Kalau lelang atau tender proyek itu kan, yang kita tau semua dinilai berdasarkan nilai harga barang baru, tidak ada rasanya tender proyek dinilai barang bekas. Termasuk pagar proyek,” ungkap Leo.
Selain itu Leo juga membandingkan dengan proyek pembangunan Kantor Satpol PP yang persis berada beberapa meter dari tempat tersebut. Pada proyek tersebut menggunakan seng baru dan bahkan di cat.
“Kita bisa bandingkan dengan proyek pembangunan kantor Satpol PP dekat sini, semua pagar menggunakan seng baru. Ini kan sama-sama proyek negara menggunakan dana APBN,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas PUPR sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Wahyu Umara saat dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp menyampaikan, kalau pemagaran tidak ada dalam item pekerjaan.
“Kalau itu tidak ada dalam item pekerjaan di lanjutan foodcourt. Inisiatif pelaksana aja mengamankan areal pekerjaan. Jadi mengapa digunakan seng bekas ya karena mereka punya,” sebut Wahyu.
Wahyu juga menjelaskan, kalau anggaran biaya yang lanjutan foodcourt sedikit, lebih diutamakan anggaran untuk fisiknya, pagar tidak dianggarkan. Tapi ada inisiatif pelaksana untuk memagar, pihak PUPR mengapresiasi hal itu.
“Sebenarnya standart kegiatan harus dipagar keliling, karena anggaran biaya yang lanjutan foodcourt sedikit, kita lebih utamakan anggaran untuk fisiknya, pagar tidak kita anggarkan. Tapi ada inisiatif pelaksana untuk memagar, kita apresiasi itu,” jelasnya.
Terkait dengan pemagaran di pembangunan kantor Satpol PP memang ada biaya, namun lanjutan foodcourt tidak ada.
“Kalau yang Satpol PP memang ada biaya pasangan pagar keliling, kalau lanjutan foodcourt tidak ada,” balas Wahyu.
Kemudian Wahyu juga membenarkan terkait ukuran bangunan dapur dan kamar mandi yang baru berukuran 5 X 13, dengan nilai proyek Rp.691.400.000 juta.
“Untuk bangunan dapur, kamar mandi yang sedang dibangun betul,” tutupnya, Rabu, (28/9/2022).
Reporter: Bam 16.




