Jalan Hasil TMMD Reguler Brebes Kini Mudahkan Bumil dan Menyusui Ambil PMT

Brebes SumateraPost.co – Adalah Mulyaningsih (20), warga Dusun Kedung Kandri RT. 01 RW. 01, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengaku jalan baru yang dibangun tembus ke dusunnya itu sepanjang 2,2 kilometer lebar 4-6 meter melalui TMMD Reguler 109 Kodim 0713 Brebes, kini sangat dan sangat memudahkan segala aktivitas seluruh penduduk Kedung Kandri untuk ke desanya dan ke Kota Kecamatan Bumiayu.

“Sekarang ke Balai Desa Kalinusu hanya perlu waktu 5 menit saja menggunakan sepeda motor melalui jalan TMMD itu, terima kasih Pemkab, TNI, dan seluruh pihak yang telah membantu pengadaan jalan kami,” ungkapnya mengapresiasi di jalan TMMD setelah mengambil bantuan PMT di Polindes Lestari Kalinusu, Minggu (25/10/2020).

Dikatakan Mulyaningsih juga, bahwa akses jalan pendekat ke desanya itu kini telah membuka keterisoliran seluruh warga di dusunnya itu sehingga peningkatan kesejahteraan tinggal menunggu waktu secepatnya.

Saat ini, dirinya dan warga Desa Kalinusu umumnya dan warga desa tetangga, Desa Bantarkawung, Kecamatan Bantarkawung, juga sudah mulai memanfaatkan jalan untuk keperluan pertanian mereka karena sangat mudah dan murah untuk mengangkut pupuk dan hasil panen.

“Kini para pedagang dan distributor barang-barang kebutuhan pokok dengan leluasanya masuk ke Kedung Kandri, sehingga secepatnya akan membuat harga sembako menjadi lebih murah karena stoknya banyak,” sambungnya.

Mulyaningsih juga menceritakan kondisi sebelum adanya jalan TMMD itu, bahwa sebelumnya memang tidak ada akses jalan sama sekali dan harus menyeberangi sungai besar Kali Pemali dengan naik perahu beserta sepeda motornya dengan membayar ongkos Rp. 5 ribu sekali menyeberang.

Tak hanya itu, untuk ke Kantor Balai Desa Kalinusu, setelah menyebrang rakit, mereka harus melanjutkan perjalanan darat sejauh 13 kilometer lebih (45 menit lebih), dengan melewati sejumlah desa di wilayah kecamatan tetangganya itu, kemudian ke wilayah Kecamatan Bumiayu, hingga akhirnya sampai tujuan.

Hal yang sama juga berlaku untuk seluruh aktivitas lainnya, termasuk anak-anak sekolah di wilayah desa/kecamatan tetangganya, Bantarkawung, mereka juga harus menyeberang sungai Kali Pemali naik perahu dengan ongkos penyeberangan seribu rupiah untuk bolak-balik.

“Jika Kali Pemali banjir maka kami tidak bisa kemana-mana, sehingga harga sembako di warung-warung kelontong akan naik karena stok terbatas,” tandasnya.

Ditambahkannya, dengan jalan baru itu maka kini mobil ambulan siaga desa juga telah mudah masuk ke Kedung Kandri, sehingga kedepan jika ada warga yang akan melahirkan atau evakuasi karena sakit untuk ke Puskesmas Kaliwadas atau RSUD Bumiayu, sudah sangat cepat dan mudah. (Rus/Aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here