Jelang Hari Raya, PMII UIA Kembali Bagikan Baju Lebaran 

SumateraPost – Bersamaan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Komisariat Unversitas Islam As-Syafi’iyah, Cabang Jakarta Timur (PMII UIA) kembali berbagi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Seperti diketahui sebelumnya pada Minggu, 17 Mei lalu, PMII UIA memberikan makanan siap santap, masker dan baju lebaran gratis di Kampung Pemulung, Pinang Ranti, Jakarta Timur. Dan hari ini alhamdulillah, Rabu, 20 Mei 2020 kami kembali menyambangi Kampung Pemulung yang berada didalam kawasan Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Kami lakukan kegiatan yang sama, bagi-bagi makanan dan baju lebaran. Bedanya pendistribusian pakaian ini meningkat drastis 100% dari yang sebelumnya dilakukan. Sekitar 200pcs lebih pakaian siap pakai kira-kira kami distribusikan secara cuma-cuma hari ini. Erlangga Abdul Kalam (Ketua Komisariat PMII UIA) turut bersyukur atas respon dari gerakan sosial ini. Ia mengatakan, hampir setiap harinya sekitar 50/100pcs pakaian siap pakai berdatangan ke Sekretariatnya, tentu hal ini membuatnya semakin antusias untuk terus berbagi terhadap sesama. Terlebih ditambah lagi selain Pandemi, ini juga bulan suci.

Sejujurnya kami sadar, kegiatan ini masih jauh dari kata sempurna. Tapi paling tidak yang kami distribusikan ini, bisa mengantarkan mereka pada kebahagiaannya saat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1441 H nanti.

Aksi Kemanusiaan ini kami lakukan semata-mata tentu atas dasar kewarasan dan kepedulian kami (warga pergerakan) terhadap rakyat miskin kota yang termarjinalkan dimasa Pandemi Covid19. Ucapnya

Rangga (Ketua Komisariat PMII UIA) menyebutkan, Pandemi bisa mematikan perekonomian bahkan kehidupan orang banyak, jika pemerintah lambat dalam proses menanganinya. Contoh terkecil dalam konteks ini adalah pendistribusian sembako yang belum lama ini jatuh tidak tepat sasaran salah satunya. Sehingga guna meminimalisir dampak Covid19 dan statistik kematian tersebut, kami berinisiatif untuk melakukan aksi kemanusiaan ini kembali. Disamping itu, Rangga juga meminta “pemerintah jangan cuma gampang mengambil/memutuskan kebijakan saja, tapi juga difikirkan langkah kongkret apa yang dilakukan pasca membuat kebijakan tersebut” Pemerintah jangan main-main, sebab Pandemi juga tidak main-main.

Rangga sebut gerakan sosial ini adalah gerakan ke 4 kalinya yang dilakukan disaat Masa Pandemi dan Bulan Suci. Semua kami lakukan semata-mata tentu atas dasar kewarasan dan kepedulian kami (warga pergerakan) terhadap rakyat miskin kota yang termarjinalkan dimasa Covid19. Karenanya saya dan teman-teman PMII UIA tidak pernah bosan untuk turun. Sebab berangkaynya memang dari apa yang dirasakan oleh hati, bukan semata-mata eksistensi.

Esensinya gerakan sosial ini mengedukasi kita untuk terus bersyukur terhadap apa yang kita miliki saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here