Jurnalis Peserta FJPP Ikuti Training Secara Virtual

Sumatera Post, Pringsewu – Jurnalis Peserta Fellowship Jurnalisme Perubahan Perilaku mengikuti training penggunaan CMS Jurnalis Ubahlaku.ID secara virtual yang diselenggarakan oleh admin Jurnalis FJPP, Senin (26/10) pukul 15.00 s/d 17.00 Wib.

Undangan bagi para Jurnalis Peserta FJPP dikirimkan melalui email masing-masing peserta oleh admin FJPP.

Latar belakang dilaksanakan training tersebut dikarenakan masih banyaknya pertanyaan mengenai proses teknis CMS Jurnalis Ubahlaku.ID dan hal-hal lain mengenai cara mengunggah berita yang benar dari peserta FJPP.

Training ini menurut Admin FJPP terutama sekali ditujukan untuk para peserta yang mengalami kesulitan mengakses CMS atau mengunggah berita di Ubahlaku.ID. Namun tidak menutup kemungkinan untuk diikuti oleh peserta lain.

Moderator dan nara sumber saat training virtual, Didit Ahendra menjelaskan secara sistematis bagaimana awal login hingga publish.

Dalam Pedoman Perubahan Perilaku Penanganan Covid 19 Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid 19, Dr. Sonny Harry B.Harmadi, dalam sambutannya mengatakan, Sebagai upaya mengakhiri pandemi Covid-19, Satgas
Penanganan Covid-19 mengajak seluruh masyarakat menjadi garda terdepan dengan menerapkan 3 utama yaitu wajib menjaga iman, aman dan imun. Iman dimaknai dengan menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaan
masing-masing.

Aman diartikan sebagai kepatuhan totalitas terhadap protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang dikenal dengan istilah 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, serta mencuci tangan pakai sabun). Sedangkan Imun harus dijaga diantaranya dengan
mengonsumsi makanan bergizi, menjaga kesehatan mental, rajin berolahraga, dan beristirahat cukup.

Dalam konteks aman, perilaku wajib 3M harus menjadi kebiasaan seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali. Masih cukup banyak masyarakat yang enggan melaksanakan 3M secara konsisten. Padahal, kepatuhan terhadap 3M mutlak menjadi prasyarat memutus rantai penularan Covid-19. Hasil survei BPS selama tanggal 7-14 September 2020 lalu menunjukkan masih adanya 17 persen
responden yang yakin atau sangat yakin dirinya tidak akan tertular Covid-19. Bisa berdampak terhadap pengabaian 3M
Pembentukan Bidang Perubahan Perilaku pada satgas penanganan Covid-19 dimaksudkan untuk menangani
permasalahan penularan Covid-19 di hulu, yaitu dengan mendorong percepatan perubahan perilaku masyarakat
agar patuh 3M.

Dengan demikian, diharapkan bahwa
penyadaran dan perubahan perilaku tersebut dapat memutus rantai penularan Covid-19. Dalam melaksanakan
tugasnya, Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 didukung oleh tiga subbidang penting yang
saling mendukung, yaitu Subbidang Sosialisasi, Subbidang Edukasi, dan Subbidang Mitigasi. Tim dalam bidang
tersebut diharapkan mampu menggalang kolaborasi Antara pemerintah, media, masyarakat, pelaku usaha dan akademisi (pentaheliks) yang solid dan saling melengkapi. Di dalam internal satgas penanganan Covid-19. (ndy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here