Sumateraost.co | Deli Serdang – Salah satu Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang sangat potensial di sektor pertanian, perikanan, peternakan, UMKM dan sektor lainnya.
Namun, potensi tersebut belum diusahakan secara maksimal, Tak bisa dipungkiri. Jika 4 sektor itu saja digenjot secara sungguh-sungguh akan dapat menyuguhkan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi Sumut.
Hal itu diungkapkan Ketua Kadin Deli Serdang, Justralam Sembiring saat berbincang dengan media ini, Kamis, (16/6/2022).
Dia menyebutkan Deli Serdang memiiki lahan yang cukup luas sehingga membuka peluang bagi para petani untuk berkiprah di berbagai sektor yang mereka senangi.
“Tak usah repot-repot usaha ikan patin saja misalnya memberikan hasil yang cukup menjanjikan, Apalagi di sektor lain. Hanya saja membutuhkan kerja keras dan modal yang mapan bagi pengembangan usaha tersebut,” tutur Justralam yang juga Direktur CV Alam’S Depari Tanjung Morawa Deli Serdang-Sumut ini.
Ayah tiga anak ini mengaku, sejak 3 tahun lalu ia membuka kolam atau tambak ikan patin. Sekarang dari satu kolam berkembang hingga menjadi 7 kolam dengan 7 tenaga kerja.
“Bayangkan dalam satu kolam berisi 20 ribu bibit ikan patin. Lokasi usaha saya di Desa Ujung Serdang Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang. Lima bulan sekali panen dengan berat rata-rata dari 1,5 kg -1,8 kg. Sedangkan Sekali panen 14-15 ton ikan patin. Harga jual Rp18 ribu/kg,” rinci Justralam.
Diakuinya pemasaran ikan patin selain kepada masyarakat, restoran juga ke pabrik pengalengan ikan. Artinya pemasaran tidak susah karena ikan merupakan kebutuhan konsumen setiap hari. Apalagi patin memiliki gizi tinggi dan digemari konsumen.
Disinggung bibit, Justralam menjelaskan bibit ikan patin didatangkan dari Pekanbaru dengan harga Rp500/ekor. Sedangkan pakannya diproduksi sendiri dengan mesin rakitan Handmade atau buatan Justralam Sembiring.
Namun, diakui Justralam, pihaknya masih sangat membutuhkan modal usaha bagi pengembangan tambak lainnya dan pembuatan mesin pengolah pakan.
Menurut dia, bukan hanya ikan patin dapat dikembangkan di Deli Serdang. Kacang kedelai dan jagung pun sangat cocok. Justru itu, katanya perlu turun tangan pemerintah daerah untuk mendorong para petani untuk mengolah lahan yang begitu luas.
“Sebenarnya,.para petani mau saja mengelola sektor pertanian tersebut, hanya saja ada keterbatasannya. Seperti modal usaha dan penyediaan bibit. Bayangkan, jika kedelai dan jagung dikembangkan, hasilnya luar biasa. Apalagi harga kedelai sekarang sangat tinggi. Sayang untuk kebutuhan kedelai dan jagung dalam negeri Indonesia harus main impor,” pungkas Justralam
Tanya saja di pasar berapa harga 1 kg kedelai, lanjut Justralam, tidak kurang dari Rp12 ribu per kg. Kebutuhan komoditas inj di dalam negeri terus.meningkat. Apalagi untuk bahan baku tempe. Tempe sudah.termasuk makanan bergizi tinggi. Harga tempe pun mahal karena bahan bakunya juga mahal.
“Bukan hannya itu. Deli Serdang juga sangat cocok bagi pengembangan ternak. Terutama sapi karena memiliki lahan yang luas dan pakannya mudah. Tinggal lagi siapa mau membuka usaha peternakan ini. Itu sebabnya jika pemerintah lebih serius untuk pengembangan beberapa sektor ini, saya optimis Deli Serdang mampu mendongkrak ekonomi Sumatera Utara,” tambah Justralam.
Semnetara itu, Ketua Umum Kadin Sumut, Khairul.Mahalli yang ditanya di tempat terpisah membenarkan apa yang dilontarkan Justralam. Potensi Deli Serdang luar biasa.
Dia mengakui pihaknya sudah mengimbau seluruh jajaran Kadin di berbagai kabupaten/kota di Sumut agar terus memantau potensi daerahnya. Jika ada UMKM yang sudah menggerakkan usaha di sektor tadi supaya mereka di bina.
“Pembinaan dan pengembangan UMKM bukan cuma tanggungjawab pemerintah, tapi juga siapa saja bisa. Sebab Kadin merupakan wadah pelaku usaha. Itu sebabnya organisasi ini harus terus berkiprah di tengah masyarakat,” ujar Mahalli yang terus memantau aktivitas Kadin di kabupaten/kota
(Bachtiar Adamy)




