Kades Bagelen Klarifikasi Terkait Pemberitaan di Media Online yang Menyudutkan Dirinya

Pesawaran Sumatera Post – Kades mengungkapkan kejadian tersebut hanya spontan nitas saja , “disebab dirinya terpancing dengan kedatangan beberapa oknum wartawan kerumahnya dengan cara menurutnya kurang sopan.

“Lanjutdia , “persoalan tersebut sebenarnya tidak seperti yang diberitakan di media online belum lama ini, saat itu emosi saya terpancing secara spontan, karena saya dengar mereka menanyakan saya ke istri dengan nada tinggi, sementara istri saya lagi masa pemulihan sehabis sakit,” ujar Merdi, Senin (10/5/2021).

Menurutnya, Ia tidak terima melihat istrinya shock (terkejut_red) setelah mendengar suara mereka, dirinya langsung menegur 4 orang oknum wartawan tersebut.

Baca Juga :  Sambangi Desa Sukamandi, Dandim Lamsel Ajak Masyarakat Galakkan Prokes Covid-19

“Sehingga terjadi berdebatan sama mereka, saya bilang bukan begitu cara konfirmasi. Mendengar ribut-ribut masyarakat pada keluar dan berkumpul, tidak benar saya yang mengumpulkan massa,” jelasnya

Dia juga menjelaskan bahwa Supriono salah satu warga yang disebut sebagai petugas pengatur air di sawah (Ili-ili) menurutnya hingga saat ini yang bersangkutan belum di berikan Surat Keputusan (SK) sebagai Ili-iki.

“Kalau mbah Supriono selama ini memang belum saya kasih SK karena masih banyak masukan terkait kinerjanya selama ini yang masih kurang diterima anggotanya, jadi dulu mbah Suprioni memang megang SK zaman kades lama, tapi sudah diberhentikan, jadi saya tegaskan mbah Supriono itu bukan Ili-ili,” jelasnya.

Baca Juga :  Dandim Lamsel Tinjau Produk Wedang Uwoh di Desa Banjar Negeri

Sementara, Supriono salah satu warga mengatakan dirinya menyesalkan dan tidak menyangka kalau obrolannya dengan salah satu oknum wartawan akan dijadikan berita.

“Gak saya gak ngadu-ngadu ke wartawan, perampasan juga gak ada. Kalau soal padi yang dibawa itu saya yang nyuruh, waktu itu saya cuma cerita ke anak angkat kalo saya sudah tidak kerja sebagi Ili-ili lagi, tapi bukan untuk diberitakan,” sesalnya.

Baca Juga :  Sambangi Desa Sukamandi, Dandim Lamsel Ajak Masyarakat Galakkan Prokes Covid-19

Sedang berita sebelumnya di media online ,di beritakan oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung ketika akan dikonfirmasi atas dugaan perampasan upah buruh tukang mengalirkan air ke sawah (petugas ili-ili) ancam akan bantai wartawan.

Ancaman oknum Kades itu diungkapkannya ketika beberapa awak media yang mendapatkan pengaduan dari salah seorang buruh tukang mengalirkan air ke sawah (petugas ili-ili) hendak mengonfirmasikan kebenaran aduan tersebut pada, Sabtu (8/5/2021) lalu, (Muhajir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here