Kadis Nakerperindag Binjai : Pasar Tavip Harus Segera Dibenahi

Sumaterapost.co | Binjai – Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Nakerperindag) Kota Binjai, Sumatera Utara, Drs. H Hamdani Hasibuan, terjun langsung meninjau kondisi Pasar Tavip Kota Binjai, Minggu, (23/01/2022) pagi.

Kegiatan ini merupakan rangkaian tugas perdananya setelah resmi dilantik sebagai Kadis Nakerperindag Kota Binjai pada Jum’at, (21/01/2022) kemarin.

“Ini merupakan kunjungan kedua saya ke Pasar Tavip setelah diamanahkan sebagai kepala dinas. Tujuannya untuk meninjau ketersediaan dan kelayakan fasilitas publik, tingkat keamanan dan kenyamanan pedagang dan pengunjung pasar, serta menginventarisir berbagai permasalahan di sini,” ungkap Hamdani, yang hadir bersama Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Rumiris Pakpahan, Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan Pasar, Zakiuddin Lubis, dan perwakilan pedagang, Irfan Asriandi.

Hamdani sendiri hadir di Pasar Tavip Kota Binjai sekira pukul 05.45 WIB. Setiba di sana dia langsung melihat kondisi penampungan sampah, sembari berdialog dengan para pedagang dan petugas kebersihan pasar.

Baca Juga :  DPP Aceh Sepakat Sumatera Utara Serahkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran

Selanjutnya, mantan Asisten Sekdako Binjai Bidang Perekonomian dan Pembangunan itupun memutuskan berjalan kaki meninjau areal parkir kendaraan, serta kondisi kios dan lapak pedagang, drainase pasar, dan fasilitas publik di Pasar Tavip Kota Binjai.

Usai menyusuri beberapa tempat selama lebih dari dua jam, Hamdani mengakui banyak persoalan yang harus segera dibenahi. Sebab dari pengamatannya, Pasar Tavip Kota Binjai saat ini terkesan semrawut dan kumuh.

Hal ini mempertimbangkan kebersihan pasar, buruknya kondisi drainase, kerusakan jalan dan fasilitas publik, kesemrawutan parkir kendaraan dan arus lalu-lintas, banyaknya kios dan lapak resmi pedagang yang tidak berfungsi, serta kehadiran kios dan lapak liar pedagang yang memenuhi daerah aliran sungai dan badan jalan.

Baca Juga :  Perbankan di Sumut Harus Berupaya Tingkatkan Layanan ATM Berkualitas

Bahkan menurut Hamdani, keadaan ini semakin diperparah dengan perilaku petugas kebersihan yang kerap mangkir saat menjalankan tugas, sehingga menyebabkan sampah menumpuk akibat terlambat diangkut.

“Dari hasil kunjungan selama dua hari ini di Pasar Tavip, harus saya akui banyak hal yang harus segera dibenahi. Tentu saja harus ada perencanaan matang dan kebijakan yang tepat, agar didapatkan solusi terbaik,” jelasnya.

Lebih jauh, Hamdani juga menyoroti kondisi Pasar Tradisional Modern Rambung, yang terkesan sepi dari aktivitas transaksi jual-beli. Padahal bangunan pasar bernilai investasi Rp 30 miliar yang resmi beroperasi sejak Juli 2020 ini sempat diwacanakan menjadi salah satu icon Kota Binjai.

Baca Juga :  TP-PKK Labusel Tinjau Kegiatan Masyrakat Dalam Pemanfaatan Pekarangan Rumah

“Mengenai Pasar Rambung, saya juga sudah cek dan berdialog langsung dengan pedagang di sana. Masalah utamanya itu, ada penurunan daya tarik ekonomi. Tentunya menjadi PR bagi saya agar pedagang dan pengunjung mau datang ke sana,” ujar Hamdani.

Namun dia mengakui, ada beberapa solusi yang akan dikaji secara lebih mendalam. Semisal memanfaatkan Pasar Tradisional Modern Rambung sebagai lokasi acara hiburan tertentu, menjadikannya sebagai pusat oleh-oleh khas Kota Binjai, hingga mewacanakan kegiatan pasar malam.

“Tentu saja seluruh solusi ini masih membutuhkan kajian-kajian yang lebih mendalam dan konstruktif. Termasuk pula saya berpikir soal masa depan Pasar Berngam yang kini terbengkalai,” seru Hamdani. (andi)