Kampanye Hitam Serang Kasmarni, Selebaran Pembusukan di Sebar di Jalan Aman Duri

DURI, Sumaterapost.co – Serangan untuk menjatuhkan elektabilitas dan popularitas Kasmarni calon bupati Bengkalis nomor urut 3 makin masif di lakukan. Tak hanya diserang melalui media sosial dan pemberitaan, calon bupati perempuan itu juga diserang melalui kampanye hitam. Selebaran berisi informasi pembusukan di sebar di sepanjang Jalan Aman, Kelurahan Pematang Pudu Kecamatan Mandau, Minggu pagi (22/11/2020)

Beredarnya selebaran kampanye hitam itu membuat heboh warga setempat. Pasalnya selebaran itu tidak hanya di sebar dari rumah ke rumah dan warung ke warung tapi juga di sebar sepanjang jalan dan Gang-Gang masuk di kawasan pemukiman itu. Nampaknya selebaran itu disebar secara masif di kawasan Pematang Pudu itu.

“Pagi ini saat keluar rumah kami menemukan selebaran kampanye hitam yang ditujukan ke ibu Kasmarni. Propagandanya luar biasa seakan tak ada hal yang baik dari ibu Kasmarni dan keluarga,” ujar Faiz salah seorang milenial KBS yang tinggal di daerah itu.

Penasaran dengan selebaran itu, Faiz pun mendatangi tetangganya. Ternyata tetangganya juga mengaku heran dengan selebaran yang diletakkan di halaman rumahnya.

“Penasaran saya keliling pakai motor. Ternyata selebaran itu hampir merata di sebar di sepanjang jalan Aman ini. Selebaran itu juga di jejerkan di kiri kanan jalan, seperti dihambur-hamburkan,” jelasnya.

Melihat kampanye hitam yang jelas-jelas merugikan calon bupati nomor urut 3 ini, Faiz bersama milenial KBS lainnya bergerak cepat. Selebaran yang berserak di sepanjang jalan dan rumah warga mereka kumpulkan untuk di jadikan barang bukti.

“Ratusan lembar selebaran kampanye hitam itu kami kumpulkan untuk di jadikan barang bukti,” ujarnya lagi.

Sementara itu, selebaran yang berisi informasi pembusukan untuk menjatuhkan Kasmarni itu memuat judul besar untuk menjatuhkan Kasmarni lengkap dengan poto Kasmarni bersama 3 poto lain. Ada poto mantan Bupati Bengkalis , Amril Mukminin suami Kasmarni, ada poto Camat Mandau, Riki Rihardi, ipar Kasmarni dan ada pula poto Edi Sakura yang disebut masih keluarga Kasmarni. Keempat poto diberi tagline masing-masing dengan kalimat menghujat.

Tidak hanya itu, keempat orang itu juga dilabeli kalimat-kalimat memojokan lengkap potongan-potongan judul berita yang memojokkan.

Besok Lapor Polisi

Sementara itu Koordinator relawan KBS Kecamatan Mandau, Darmizal, S.Ag mengatakan cara-cara politik yang tidak beradab dan jauh dari etika demokrasi itu harus diusut tuntas. Untuk itu tim KBS berencana melaporkan kasus ini ke Bawaslu Bengkalis dan pihak kepolisian agar terungkap siapa aktor intelektual di balik kampanye hitam ini.

“Ini tidak bisa kita biarkan. Besok tim kuasa hukum KBS akan melaporkan kasus ini ke kepolisian juga Bawaslu biar di telusuri dan diselidiki siapa aktor intelektual di balik kampanye hitam ini.

Disampaikan Darmizal, kampanye hitam yang menciderai demokrasi ini juga tak akan efektif karena pemilih saat ini sudah cerdas dan bisa memilih informasi.

“Tak bisa bersaing sehat, pakai cara-cara kotor seperti ini. Tapi masyarakat kita sudah cerdas. Mereka sudah bisa memilah mana informasi yang benar dan mana informasi yang menyesatkan. Mudah-mudahan dengan cara kotor seperti ini elektabilitas ibu Kasmarni makin meningkat. Ingatlah doa orang yang dizalami inshaalah makbul,” jelas

Kepada seluruh tim pemenangan, relawan dan pendukung KBS, Darmizal minta agar tak terpengaruh fitnah yang sengaja dilakukan ini. Pihaknya menghimbau tetap kedepankan politik santun sebagaimana pesan Bunda Kasmarni.

“Biar saja mereka berbuat kotor seperti ini. Itu tanda kita sudah berada selangkah didepan mereka,” pungkas Darmizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here