Kapolda Jabar : Laporan Polisi Pengaduan RS UMMI, Tak Bisa Dicabut

SumateraPost, Bogor – Laporan Polisi yang dilayangkan Satgas Covid-19 Kota Bogor terhadap Direktur Rumah Sakit UMMI, Andi Tatat, tak bisa dicabut. Meski hal sempat dilontarkan Walikota Bogor Bima Arya di beberapa kesempatan, akan dipertimbangkan untuk dicabut.

“Laporan Polisi tertuang dalam LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA. Tidak bisa dicabut, karena laporan tindak pidana bukan delik aduan,” kata Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri menanggapi wacana akan dicabut Senin (30/11/2020).

Kapolda menjelaskan, Polisi wajib mengusut perkara pidana, karena sebelumnya satgas melapor ke Polisi, ada upaya dari pihak rumah sakit menghalangi tes swab terhadap Habib Rizieq Shihab.

“Saya tak yakin Walikota Bogor, sungguh-sungguh menyatakan untuk mencabut laporan Polisi. Karena bukan delik aduan tapi pidana murni,” ungkap Kapolda.

Laporan yang disampaikan Satgas Covid- 19 didalamnya terdapat pidana murni. Sehingga negara hadir melalui aparatnya yakni kepolisian untuk mengusut perkara tersebut.

Dijelaskan, perhatian pemerintah untuk membasmi Covid- 19 sangat serius. Kasus Virus Covid-19 di Indonesia telah mencapai 6.000 kasus. “Polisi akan memberikan hukuman yang tegas dan terukur dalam menanggulangi Covid-19,” tuturnya.

Kepolisian bersungguh sungguh melakukan tindakan, tegas dan terukur. “Saya sampaikan pada jajaran agar mendukung dan mem-backup sepenuhnya pendisiplinan protokol kesehatan,” ungkap Dofiri.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here