Kasdim Cilacap Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2020

SumateraPost, Cilacap – Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0703 Cilacap Mayor Inf Drs. Abdul Asis Lallo menghadiri Peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2020 yang digelar Pemerintah Kabupaten Cilacap bertempat di halaman Pendopo Wijayakusuma Sakti Kabupaten Cilacap, Jln. Jenderal Sudirman, No.32 Cilacap, Kamis (22/10).

Bertindak selaku Pembina Upacara, Bupati Cilacap H. Tatto Suwarto Pamuji, Pemimpin Upacara Banu Tolib, M.Pd.I yang sehari-hari menjabat sebagai Kasi Pendidikan Duniyah dan Pondok Pesantren dan Perwira Upacara H. Tolha, S.Ag dari Kemenag Kabupaten Cilacap.

Tampak hadir, Palaksa Lanal Cilacap Letkol Laut (P) Wildan Ardiansyah, Kasdim 0703 Cilacap Mayor Inf Drs. Abdul Asis Lallo, Kapolres Cilacap AKBP Derry Agung Wijaya, S.I.K., S.H., M.H, anggota DPRD Cilacap Muniriyanto, MM, M.Pd, Kasi Intel Kejari Cilacap Dwi Purnomo, S.H, Wakil Ketua Pengadian Agama Cilacap Drs. H. M.Kahfi, Rektor UNUGHA KH. Nasruloh.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan ASN dilingkungan Kemenag Cilacap, anggota Organiasi Aisiyah dan Fatayat, Banser dan Kokam serta para santri Pondok Pesantren. Selain itu, kegiatan juga digelar secara virtual yang diikuti oleh jajaran pemerintah tingkat Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Cilacap.

Dalam sambutan Menteri Agama Fachrul Razi yang di bacakan oleh Bupati Cilacap mengatakan kita patut bersyukur bahwa kalangan santri memiliki hari yang teramat istimewa, dimana tanggal 22 Oktober telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo menjadi Hari Santri melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri.

Tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik Tanggal 10 Nopember 1945 yang kita diperingati sebagai hari pahlawan.

“Selain penetapan Hari Santri, santri dan pesantren juga telah memiliki Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren. Undang – Undang ini memberikan afirmasi, rekognisi, dan fasilitasi terhadap pesantren dalam melaksanakan fungsi pendidikan, fungsi dakwah, dan fungsi pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Peringatan Hari Santri tahun ini secara
khusus mengusung tema “Santri Sehat Indonesia Kuat”. Isu kesehatan diangkat berdasar fakta bahwa dunia internasional, tak terkecuali Indonesia saat ini, tengah dilanda pandemi global
corona virus disease 2019 (Covid-19).

“Tema ini adalah jawaban dari komitmen kita bersama dalam mendorong kemandirian dan kekhasan pesantren. Saya yakin, jika santri dan keluarga besar pesantren sehat, bisa melewati
pandemi covid-19 ini dengan baik, insyaallah, negara kita juga akan sehat dan kuat,” tandasnya.

*Oke*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here