Kasus Bangkai Babi, Camat Kabanjahe : Masyarakat “Jangan Buang Sembarangan”

0

SumateraPost.co, Tanah Karo – Kasus Virus Babi Hog Colera yang sudah menjalar ke beberapa wilayah Kabupaten Kota di Sumatera Utara ternyata sudah menjadi Polemik, termasuk Kabupaten Karo yang belakangan ini menjadi salah satu daerah ternak babi diterjang Virus yang mematikan hewan tersebut. Selasa (03/12/2019) pukul 18.00 WIB.

Tidak terhitung Babi yang telah menjadi bangkai menambah sederet kinerja Pemkab Karo, Dinas Pertanian dan Peternakan hampir kewalahan dengan temuan-temuan bangkai babi tersebut, tak ayal akibat bangkai Babi yang hampir tiap-tiap hari bertambah membuat Camat Kabanjahe dan jajarannya ikut kelabakan dengan berseraknya bangkai babi yang terserang Virus Hog Colera dibeberapa titik Kecamatan Kabanjahe.

Seperti yang disamapikan Camat Kabanjahe Frans Leonardo Surbakti didampingi Sekcam Hasbel Karo Sekali SSTP,M.SI beserta Lurah Gung Negeri Pinta Josua SH, Padang Mas All Dian Palapa Purba SE, Gung Leto Aleksander Ginting, Kampung dalam Deni Astra Lesmana Saragih SSTP, serta Lurah kau Cimba Japet Bangun SH dan juga Seklur Lau Cimba kepada Sumaterapost.co saat dikonfirmasi di wilayah perbatasan Desa Kacaribu dengan Kelurahan Lau Cimba Kecamatan Kabanjahe saat mengangkat Bangkai Babi yang diletakkan masyarakat begitu saja dipinggir jalan raya tersebut, pukul 21.22 WIB.

Camat Kabanjahe sanggat menyayangkan tindakan masyarakat khususnya peternak Babi, yang mana selama Dua minggu sudah menjadi aktivitas kecamatan Kabanjahe, membersihkan Bangkai Babi yang mengeluarkan aroma tidak sedap dan sangat menusuk dibuang begitu saja oleh warga sekitar, keluhnya.

” Kita sanggat paham hal yang dialami masyarakat peternak Babi, namun kesadaran juga harus ditanamkan jika bangkai babi tidak ada lahan untuk dikuburkan, sudah kita buat himbauan agar dibuang di Bin yang disediakan, untuk kenyamanan dan keamanan bersama, ” Imbuh Leo Surbakti.

Pihak Kecamatan Kabanjahe juga sudah menghimbau masyarakat melalui Kepling, apabila ada ternak babi yang mati, agar dikuburkan dan membersihkan kandang hewan tersebut, kita belum bisa menduga-duga apa efek kedepanya hanya saja masyarakat juga harus menyadari dengan menjaga kebersihan dan kesahatan bersama dengan cara-cara efisien dengan hal yang kecil dulu, terangnya.

” Belum terpaparkan seperti pemberitaan apakah Virus Babi Hog Colera atau Demam Babi Virus African Swine Fever (ASF) yang menjangkiti ternak babi masyarakat Karo, khususnya Kabanjahe hanya saja kita mencegah virus-virus berkembang dengan menguburkan bangkai babi tersebut atau membuangnya di bin yang sudah disediakan serta membersihkan kandang ternaknya, ” tegas camat.

Sementara itu beberapa Kepling ikut memindahkan bangkai babi yang dibuang sembarangan oleh masyarakat sekitar Kepling Lingkungan VIII Kampung Dalam (Kadal) Dedy Sembiring didampingi Kepling II Kadal Jansen Sembiring Kepling Padangmas X Hadir Sinulingga.

Dikatakan Kepling Kadal Lingkungan VIII Dedy Sembiring tersebut kepada Sumaterapost.co, hari ini sekitar 17 bangkai babi yang berserakan sedangkan satu masih dalam keadaan hidup , ini sudah yang kesekian kali total yang dibuang begitu saja oleh warga hampir 500 ekor bangkai babi , semoga kedepanya agar warga peternak babi tidak membuangnya sembarangan, jelasnya.

” Bagaimanapun mereka warga peternak babi sudah menghantar bangkai babinya ke bin ini, apa salahnya dimasukkan kedalam tidak diletakkan begitu saja, toh menjadi pemandangan yang tidak sedap apalagi aromanya, semoga kedepanya warga peternak babi yang peliharaan nya mati memasukkan kedalam bin, “Kata Dedi Sembiring.

Pantauan Sumaterapost.co dilokasi terlihat Camat Kabanjahe beserta tim melakukan pemindahan bangkai babi dengan menggunakan alat seadanya, hanya mengenakan sarung tangan dan masker dibawah guyuran hujan, dan dibantu cahaya kendaraan mobil sebagai penyerang. /Mawar Ginting.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here