Kasus SB Berbuntut Panjang Warga Juhar Minta Polres Karo Bekerja Profesional

Sumaterapost.co, Tanah Karo – Kasus yang di duga Pencemaran Nama baik melalui media sosial yang dilakukan oknum ASN di Pemkab Karo inisial SB melalui Akun Facebook dirinya beberapa waktu lalu (Warga Juhar Polisikan Oknum ASN-red berita sebelumnya) berbuntut panjang pasalnya Puluhan warga sambagi Polres Karo, meminta Polres Karo Profesional tanggani Kasus tersebut.Selasa (20/10/2020)

Perwakilan keempat desa di Juhar yang mendatangi Mapolres T. Karo, Senin (19/10/2020), meminta pihak Polres T. Karo agar memproses dugaan pencemaran nama baik dilakukan secara profesional dan sesuai aturan

Dugaan kasus pencemaran nama baik seluruh warga jugar berawal dari adanya postingan SB yang masih berstatus ASN di Dinas Perkim Pemkab Karo, dimana dia memposting di akun media sosial Facebook pemilik akun Teger Teger tentera Langit itu dengan bahasa Karo diantaranya “Ban riahna kapna nonton gendang mamina pe dakepna “(karena keasyikan menonton hiburan gendang mertuanya pun dipeluknya),” Ise ngatakenca labanci sidakep maminta (siapa bilang gak bisa kita peluk mertua kita).

“Adi juhar ah la kita empo japanari pe kita lanai empo (kalau di Juhar kita tidak kawin,dimanapun kita tidak kawin lagi) dan, “Ula bagi kuan-kuan Juhar, ngisap arah ah ngirap arah enda, dung runggu man-man lang (jangan seperti perumpaman Juhar, merokok di sebelah sana, merokok disebelah sini siap rembuk tidak makan-makan),”

Postingan yang di-postingnya sekitar bulan April 2020 lalu, langsung di salin warga Kecamatan Juhar dan seterusnya melaporkan ke SPKT Polres T. Karo pada (27/4/2020) lalu.berdasarkan postingan tersebut warga desa Juhar Kecamatan Juhar merasa dihina oleh SB.

Setelah beberapa bulan lalu warga melaporkan dalam bentuk Dumas (Pengaduan Masyarakat). Dan setelah dilaporkan kembali, kemudian pihak Polres T. Karo memproses laporan tersebut dan telah mengamankan dan menetapkan SB menjadi tersangka. Namun setelah ditetapkan menjadi tersangka, SB sakit dan saat ini sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Kota Medan.

Pada saat dirawat SB sempat melakukan siaran langsung, sehingga warga Kecamatan Juhar merasa geram yang berjumlah puluhan orang itu mendatangi Mapolres T. Karo, karena menilai diduga adanya perlakuan khusus terhadap tersangka.

Kepala Desa. Juhar Tarigan yakni Suheri Tarigan yang turut hadir mendampingi warga mengakui bahwasanya mereka datang ke Mapolres T. Karo meminta agar secepatnya memproses hukum terhadap SB sesuai dengan undang undang yang berlaku, agar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan.

Suheri juga mengakui untuk segala bentuk emosional dari pemuda/pemudi dan seluruh masyarakat Juhar saat ini masih bisa dapat bendung.

Sementara itu Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo menyambut baik kedatangan warga dan menampung aspirasi masyarakat Juhar. Dikatakannya, bahwa pihak pihaknya akan profesional dalam menangani kasus dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan oknum ASN di Pemkab Karo, insial SB tersebut.

Kapolres juga menyebutkan, bahwasanya pihaknya juga sudah melakukan tindak tegas terhadap SB dengan melakukan penangkapan pada Jumat (17/10/20) malam di kediamannya. Tapi saat ini kondisi SB sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit dan tetap dalam pengawalan Polisi serta untuk proses hukum tetap berjalan, jelas Kapolres./(Mawar Ginting)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here