Kejari Cibinong Lelet, Tangani Kasus Pertanggung Jawaban Dana PPE

Sumatera Post, Bogor – Kejaksaan Negeri Cibinong dinilai lelet tangani kasus Perseroan Terbatas Prayoga Pertambangan dan Energi (PT. PPE), disinyalir rugikan rakyat senilai tak kurang dari Rp80 miliar.

Kasus itu bergulir dan ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong, sejak awal 2018 lalu. Lambatnya tim Adhyaksa mulai dicurigai publik. Berdalih masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

“Kasus PT. PPE itu masih berjalan, dan kita masih menunggu hasil audit dari BPK Pusat,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Cibinong Munaji saat ditemui wartawan diruang kerjanya, Senin (12/4/2021).

Baca Juga :  Perumda Tirta Kahuripan Terjunkan 155 Personil, Antisipasi Gangguan Selama Lebaran

Munaji mengatskan, pihaknya belum bisa berbuat banyak, dan prosesnya masih dalam tahap proses penyidikan. Lambatnya pengusutan kasus yang bernilai puluhan miliar itu, sepertinya ada sesuatu yang tersimpan.

“Kasusnya kan sudah tahap penyidikan, jadi persoalan itu masih tetap berjalan kok. Tenang saja, saya juga masih menunggu hasil audit dulu dari BPK,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait kepastian pengungkap kasus tersebut, Kajari hanya mengatakan, tergantung hasil audit BPK RI.

Baca Juga :  Polsek Cariu Gelar Operasi Yustisi dan PPKM, Hasilnya Warga Tak Sepenuhnya Disiplin

“Kita nggak tahu lah untuk kapan selesainya audit itu dilakukan, karena itu merupakan ranah BPK pusat. Kalau kita hanya menunggu saja,” jelasnya.

Audit yang dilakukan BPK RI katanya, bertujuan untuk mencari tahu terkait nilai kerugian negara yang dilakukan direksi PT. PPE perusahaan plat merah milik Pemkab Bogor.

“Audit itu tujuannya untuk mencari tahu, kerugiannya berapa kemana saja larinya uang milik negara tersebut yang menyebabkan kerugian bagi negara hingga mencapai puluhan milyar tersebut,” kstanya.

Baca Juga :  Ketua PWI: Santunan Anak Yatim Rutin Dilakukan Jelang Akhir Ramadhan

Sampai saat ini kata Munaji, kasus dugaan PT. PPE sendiri masih belum menetapkan satu orang tersangka, dengan kerugian yang derita cukup besar. Padahal sebelumnya Kejari Cibinong telah memanggil puluhan orang menjadi saksi.

“Termasuk mantan Dirutnya pak Radjab Tampubolon itu sejauh ini masih berstatus saksi,” ungkapnya.

Diketahui, dana sebesar Rp80 miliar, bagian dari dana penyertaan modal yang bersumber dari APBD Pemkab Bogor dan bila total berjumlah Rp200 miliar.(Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here