Kelangkaan Pupuk Jenis Subsidi Membuat Masyarakat Pasaman Resah

0

Pasaman, Sumaterapost.co – Pada umunya petani padi di Pasaman memakai pupuk jenis subsidi seperti pupuk Iskandar Muda dan Phonska. Kini, dua jenis pupuk tersebut sulit didapatkan khususnya wilayah kabupaten Pasaman. Bahkan kelangkaan pupuk subsidi tersebut sudah mencapai 3 bulan di Pasaman.

“Saya sudah 3 bulan mencari pupuk bersubsidi di Kios-kios resmi, mulai dari kecamatan Rao,Rao Selatan, Padang Gelugur dan kecamatan Panti , namun hingga saat ini juga tetap tidak bisa didapatkan. Semua kios di Pasaman kosong sama sekali kecuali pupuk Non Subsidi,” kata Usman, Salah satu petani di Rao Selatan.

Ia mengatakan, karena sulitnya mendapatkan pupuk subsidi terpaksa para petani membeli pupuk Non Subsidi jenis Urea dan Phonska.

Harga pupuk Urea Non Subsidi mencapai Rp. 260 ribu per karung, sedangkan pupuk Urea Subsidi Rp 115 ribu perkarung. Sedangkan harga Phonska Non Subsidi sekitar Rp 320 ribu perkarung, sedangkan Phonska Subsidi Rp 135 ribu perkarung.

Karena pupuk Subsidi kosong, terpaksa petani petani membeli pupuk Non Subsidi meskipun mahal. Sebab, jika tidak dibeli, petani merasa takut hasil panen nanti menurun, bahkan takaran pupuk pun sudah dikurangi dari yang biasa,” ungkapnya

Baca Juga :  Arbi Tanjung, Rangka Hari Pahlawan "Raun Literasi" Disambut Antusias

Terpisah, salah satu Petani di daerah Padang Gelugur, Harun (48) menyebutkan, didaerah kecamatan Padang Gelugur, pupuk Subsidi sulit didapatkan disetiap kios.

“Pada umumnya pupuk bersubsidi jenis Urea dan Phonska kosong di kios resmi, yang ada cuman pupuk Non Subsidi tapi harganya kemahalan. Akibatnya saya tidak jadi pupuk beli pupuk Non Subsidi dan menunda masa pemupukan. Dan saya tetap menunggu pupuk Subsidi realisasi di Pasaman,” katanya.

Menurutnya, kelangkaan pupuk di Pasaman disebabkan karena petugas Penyuluh Pertanian dan Dinas Pertanian terlambat mendata kebutuhan RDKK (Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok).

“Cepat atau lambatnya realisasi pupuk, itu tergantung kepada Penyuluh Pertanian dan Dinas Pertanian menyusun RDKK kelompok tani. Dari data RDKK itu nanti bisa diketahui berapa kuota pupuk di Pasaman,” pungkasnya

Sementara, kepala Dinas Pertanian Pasaman, Efriyanto mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan pupuk bersubsidi bagi petani kabupaten Pasaman, dinas Pertanian Pemkab Pasaman telah mengajukan tambahan kuota pupuk bersubsidi kepada Pemerintah Pusat untuk distribusi tahun 2020.

“Usulan penambahan pupuk bersubsidi, merupakan hasil pendataan petugas terkait sesuai kebutuhan petani. Kalau usulan itu disetujui, baru kebutuhan petani akan terpenuhi,” katanya

Baca Juga :  KPU Rapat Koordinasi Bersama Camat dan Wali Nagari Se Pasaman

Walaupun adanya usulan penambahan kuota, berharap petani juga memanfaatkan pupuk non organik sebagaimana program pemerintah untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia.

Menurutnya, untuk menghindari terjadinya penyimpangan di lapangan, penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan sesuai dengan Pertaturan Menteri (Permen) Pertanian, tentang sistem distribusi pupuk bersubsidi dengan pola Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Pupuk bersubsidi tersebut, akan diberikan kepada orang-orang yang terdaftar sebagai petani, dan berhak mendapatkan pupuk bersubsidi, sesuai dengan alokasi yang sudah ditentukan dan diverifikasi,” ujar Efriyanto. Senin, (21/1)

Ia menyebutkan, untuk alokasi kebutuhan pupuk di Pasaman tahun 2020, jenis Pupuk Urea Bersubsidi sebanyak 4. 040 ton setahun, Pupuk Bersubsidi SP-36 bersubsidi sebanyak 742 ton setahun, Pupuk Bersubsidi ZA sebanyak 105 ton setahun, Pupuk NPK Bersubsidi sebanyak 2554 ton setahun, dan Pupuk Organik Bersubsidi sebanyak 127 ton setahun.

Ia pun berharap usulan penambahan kuota pupuk bersubsidi yang telah diajukan kepada kementrian pertanian RI agar diterima, sehingga stok pupuk bersubsidi dikalangan petani selalu ada dan mudah didapatkan.    (Ewin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here