Keluarga Besar RJLSC Kunjungi Revando Pengindap Penyakit Kolustomi

Pringsewu – Keluarga besar Ruwa Jurai Lampung Shooting Club ( RJLSC ) kunjungi kediaman Revando Wira Alwinata (6,5) yang mengidap penyakit kolustomi sejak umur 3 tahun, bertempat di jalan Jodipati Dusun Krandegan, Rt 02 Rw 01 Pekon Gading Rejo Timur, Rabu (19/10).

Dalam kunjungan tersebut, Ketua RJLSC Imam Syafei didampingi Ketua Harian H Safroni berserta jajaran pengurus dan anggota berencana untuk Melihat langsung kondisi Revando serta memberikan suport untuk keluarganya, baik moril maupun materil.

Seperti yang viral diberitakan diberbagai media sosial, Revando adalah anak ke 2 dari pasangan Setia Budi dan Sunarni, yang mengalami gejala kolustomi Revando sejak umur 10 bulan. Kemudian di umur 3.5 tahun dokter memvonis bahwa Revando mengalami penyempitan usus, sampai akhirnya terkena penyakit kolustomi.

Melihat kenyataan ini, kedua orang tua Revando hanya bisa pasrah dan berdoa untuk kesembuhan putranya. Dengan keadaan ekonomi yang sangat minim, mereka mengharapkan uluran tangan dari pemerintah dan masyarakat luas demi kesembuhan Revando.

Ketua Umum RJLSC Imam Syafei mengatakan kepada harianlampung. Com, RJLSC bukan hanya sekedar komunitas menembak saja, tapi kami juga mempunyai program peduli terhadap sosial, salah satunya seperti yang kami lakukan, mengunjungi keluarga Revando.

“Kami sebagai Komunitas RJLSC akan selalu berusaha membantu setiap warga yang terkena musibah, baik berupa tenaga, fikiran maupun materi,” ucapnya.

Imam menambahkan, dalam komunitas kami alhamdulillah banyak beranggotakan dari masyarakat dengan latar belakang dan profesi yang berbeda-beda, namun memiliki jiwa sosial yang tinggi. “Kesadaran untuk berbagi dan membantu sesama, kami wujudkan dalam program kerja RJLSC untuk membantu masyarakat yang sangat membutuhkan,” tegasnya.

H. Safroni, Ketua Harian RJLSC menambahkan,  komunitas kami bukan hanya sekedar melatih para atlet tembak junior untuk jadi juara,  tetapi  kita juga menanamkan nilai-nilai luhur kepada para atlet tembak untuk peduli terhadap lingkungan dan sosialnya. “Hidup kita harus saling tolong menolong antar sesama manusia, sehingga kita akan dapat merasakan indahnya berbagi,” katanya.

“Kami dari komunitas RJLSC akan terus menanamkan nilai-nilai positif kepada anak didik kita sejak dini, memberikan pemahaman bahwa masih banyak di luar sana saudara kita yang perlu bantuan, sehingga wajib mengulurkan tangan  untuk membantunya,” pungkasnya.
(ti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here