Kematian AW Disoal, LSM- BMH Sebut RSIA Hermina Malpraktek

SumateraPost, Bogor – Kematian guru olah raga SDN Papandayan Kota Bogor berinitial AW, warga RW 07 Kelurahan Tegal Gundil, Bogor Utara, pada Senin (12/10) lalu. Ternyata menyisakan masalah.

AW divonis Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Hermina Yasmin, Kota Bogor disoal, menyusul jenazah pensiunan guru itu dimakamkan berstandar jenazah covid, meski belum ada hasil swab. Kabid Yankes Dinkes Kota Bogor dr. Oki Kurniawan, mengakui hasil swab AW dinyatakan Negetif,

Ketua Umum LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH), Irianto, menegaskan, tindakan RSIA Hermina dengan pemulasaraan jenazah secara protokol covid-19, suatu pelanggaran. Karena hasil swab belum diketahui, tetapi sudah dituding covid.

“Apapun alasannya, kalau hasil swab belum diketahui, tetapi sudah diambil tindakan memperlakukan dan memakamkan pasien dengan protokol kesehatan dengan pemakaman Jenazah covid. Artinya RSIA Hermina telah melakukan kegiatan ilegal yang dikatagorikan Malpraktek,” katanya

Menurutnya, RSIA Hermina telah berbuat kesalahan diagnosa. Hasil swabnya saja belum ada, kok dengan gampangnya AW dituduh terjangkit covid dan dilakukan pemakaman dengan protokol kesehatan covid.

“Dasarnya apa, menentukan pasien dengan tuduhan terjangkit covid tanpa hasil swab. Ini artinya RSIA Hermina, telah melakukan kesalahan yang menjurus dugaan Malpraktek, dan ini bisa di pidanakan secara hukum“ tegas Irianto.

Jika pihak keluarga tidak mampu melakukan gugatan karena ditekan oleh pihak terkait, kata Irianto. “ LSM Barisan Monitoring Hukum (BMH) yang akan menggugat dugaan malpraktek secara pidana dan delik umum kepada pihak yang merugikan masyarakat itu, baik itu RSIA Hermina, Dinas Kesehatan, maupun Pemerintah Kota Bogor” tantang Irianto.

Dikatakan, Pemkot Bogor seharusnya mempertimbangkan aspek sosial yang diderita keluarga korban. Gara gara dituduh covid masyarakat pasti akan menjauhi keluarga korban, karena mereka takut terjangkit. Padahal tidak terbukti AW itu covid.

“Bagaimana pertangungjawaban moral pemerintah terhadap keluarga korban. Apalagi jelas jelas Dinas Kesehatan mengakui kalau AW itu negatif alias tidak terbukti corona.

Unsur rekayasa telah terjadi kata Irianto, Dinkes sendiri telah membuat pernyataan AW tidak terbukti Covid- 19. “Proses pemakaman AW, menggunakan protokol pemakaman Jenazah dan kematian AW dituding Covid-19. ternyata AW tidak terbukti alias negatif covid” ujarnya.

Berdasarkan surat keterangan RSIA Hermina Nomor : 3410/YANMED/RSHBGR/X/2020, tanggal 16 Oktober 2020, yang ditandatangani Direktur RSIA Hermina dr. Emma Ratnawaty. MARS, ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, menerangkan bahwa Tn AW (66) no.MR. F290795, alamat jalan Palayu V No : 34 Kota Bogor, adalah pasien RS Hermina yang dirawat dalam dua periode waktu, dimana dalam periode ke 2, masuk tanggal 11 Oktober 2020 dengan Diagnosa Penurunan Kesadaran + CHD on HD + Suspect Penumonia Covid-19” tulis surat itu.

Dalam surat itupun dijelaskan, Klinis datang, KU berat, Kesadaran : Coma (E3M3V2). RO Thorax kesan Bronchopneumonia dd Oedema Pulmo, AGD Hipoksia (p02:59) tanpa Hiperkapnia (pC2:25). Dikonsultasikan dengan Tim Dokter Spesialis Paru, Spesialis Penyakit Dalam dan Spesialis Penyakit Saraf. Pasien dirawat diruang Isolasi.

Tanggal keluar, AW, meninggal dunia pada tanggal 12 Oktober 2020, dengan hasil sweb 1 (11 Oktober 2020) dan sweb 2 (12 Oktober 2020/post mortem) belum ada hasil. “Swebnya baru keluar tanggal 14 Oktober 2020, dan berdasarkan hasil swebnya itu, ternyata AW dinyatakan negatif covid-19” jelas Oki. (Den)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here