Kepala Madrasah Se Lintau IX Koto mengikuti Sosialisasi AKSI

Batusangkar, SumateraPos.Co. Kementerian Agama pada tahun 2021 akan menyelenggarakan Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia. Asesmen tersebut tidak dilakukan berdasarkan mata pelajaran atau penguasaan materi kurikulum seperti yang selama ini diterapkan dalam ujian nasional, melainkan melakukan pemetaan terhadap 5 ( Mengingat, Memahami, Mengaplikasi, menganalisis, mengevaluasi, dan Kreatif) kompetensi siswa dalam hal literasi . Untuk mencapai tujuan yang diharapkan tersebut dilakukanlah sosialisasi AKSI bagi Madrasah. Sosialisasi ini dilaksanakan pada Senin, (19/10/2020) bagi Kepala madrasah Lintau IX Koto dengan Titik Virtual Zona 8 pada MTsN 9 Tanah Datar di Pangian.

Pembukaan Sosialisasi AKSI ini dilakukan secara Virtual oleh Kanwil Kemenag Sumbar yang diwakili oleh Kabid Pendidikan Madrasah Drs. H. Syamsul Arifin, M.M.Pd. kabid penmad mengawali Sambutan dengan menyampaikan peroleh Prestasi Siswa Madrasah Sumatera Barat seperti MYRES, Duta Parlemen, KSN dengan penuh keharuan. Dan yang bertindak sebagai Host adalah H. Afrizal, S.Ag, M.Si ( Kasi Kurikulum dan Kesiswaan).

Kasubdit Kurikukum dan Kesiswaan Dr. H. Ahmad Hidayatullah sebagai Narasumber mengatakan, bahwa salah satu indikator yang menjadi acuan di Kementerian Agama adalah Programme for International Student Assessment (PISA). PISA sebagai metode penilaian internasional merupakan indikator untuk mengukur kompetensi siswa Indonesia di tingkat global. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan bagi Madrasah untuk melaksanakan Asesmen Kompetensi Aksi Siswa Indonesia, yang nantinya akan berfokus pada literasi, numerasi, pendidikan karakter. imbuhnya.

Ditambahkan oleh Ahmad Hidayatullah, “Literasi di sini bukan hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan menganalisis suatu bacaan, dan memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan kompetensi numerasi berarti kemampuan menganalisis menggunakan angka. Dan juga Literasi Tekhnologi dan Sain Budaya. Keempat hal ini yang akan menyederhanakan asesmen kompetensi Siswa Indonesia yang akan dimulai tahun 2021. Jadi bukan berdasarkan mata pelajaran dan penguasaan materi. lima kompetensi yang dibutuhkan murid-murid untuk bisa belajar”. perlu diingat bahwa Aksi hanya bersifat alat atau media, dan digunakan untuk Perbaikan Pembelajaran.

Hadir dalam kegaitan Sosialisasi yang dilakukan secara Virtual ini adalah Ardoni Ernanda, M.Ag ( Ka.MAN 3 Tanah Datar), Dra. Syafniati ( Ka. MTsN 9 Tanah Datar), Jafrizal, S.Pd.I ( Ka.MAS PP Darul Ulum), Dra. Irma Oktayani ( Ka.MTs
Dakwah Islamiyah Batu Bulek), Yon Hendri, S.Hum ( Ka.Madrasah Thawalib Lubuk Jantan), Zul Afendi, S.Pd (Ka. Madrasah Muh Mualimin Tanjung Bonai).

Ketika dimintakan pendapat Salah Seorang Peserta Sosilisasi di Wilayah Lintau IX Koto, Ardoni Ernanda, M.Ag kepada Awak Mengatakan ” bahwa inti materi yang disampaikan oleh Narasumber, Setiap Guru dan kepala Madrasah harus memperbanyak inovasi, melakukan berbagai project dalam pembelajaran, dan wajib menguasai ilmu secara fleksibilitas, secara kognitif dan soft skills sehingga bisa bergerak dari satu bidang ke bidang lain, termasuk tekhnologi, agar tujuan AKSI bisa terwujud”. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala MAS Darul Ulum Tigo Jangko Ustadz Jafrizal, S.Pd, ” Guru mesti merubah pola pembelajaran, dari yang hanya menguasai materi esensial saja, tetapi dengan adanya AKSI guru dan siswa dituntut untuk banyak menguasai Materinya dan merancang pembelajaran yang bersifat Literasi.”

Diakhir sesinya secara Virtual, Ahmad Hidayatulah mengungkap visi Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia merupakan upaya menjawab tantangan zaman dan mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan. Dan juga sebagai persiapan bagi Guru untuk bisa merencanakan pembelajarannya dengan berbagai pendekatan LOTS dan HOTS, literasi dan PAIKEM yang lebih baik, sehingga siswa dapat mengingat, memahami, Mengaplikasikan, menganalisis, Mengevaluasi, dan Kreatif,” Lakukanlah Revolusi Pembelajaran, imbuhnya. (ppwi_td/ard)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here