Kepala PAM Terawas Diduga Lakukan Pungli Pemasangan SR Murah

SumateraPost.co, MUSI RAWAS – Program sambungan rumah (SR) Murah pemerintah kabupaten Musi Rawas, provinsi Sumatera Selatan, nampaknya tercoreng oleh oknum kepala PAM kecamatan STL Ulu Terawas. Yang diduga meminta uang sebesar 600 ribu rupiah kepada warga, untuk biaya pemasangan SR Murah.

Seorang warga kelurahan Terawas, Doni Afrizal mengatakan kepada wartawan, jumat (27/11/2020). Bahwasanya dia dipinta oleh kepala PAM Terawas sebesar 600 ribu rupiah untuk biaya pemasangan SR Murah.

“Sekitar dua bulan yang lalu, lah. Kepala PAM meminta uang 600 ribu. Saat itu sekitar jam 9 pagi dia datang kerumah, mengatakan kepada saya untuk menyiapkan uang 600 ribu, jam nanti 12 siang dia mampir kerumah, jika ingin masang SR Murah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi, GMPK Laporkan Kegiatan Dana Desa Babat ke Kejari Lubuklinggau

Dengan dipintanya uang 600 ribu rupiah oleh kepala PAM tersebut, terpaksa Doni Afrizal mencari pinjaman untuk memasang SR Murah itu.

“Pas jam setengah satu siang, dia datang kerumah menanyakan mana uang tersebut. Langsung saya kasih, setelah saya kasih uangnya, dia bilang bulan depan akan memasangnya,” bebernya.

Atas dipintanya uang 600 ribu tersebut, Doni Afrizal Menduga kepala PAM telah melakukan pungli. Saat melihat berita yang beredar, kalau program SR Murah tersebut tidak 600 ribu, melainkan 285 ribu rupiah.

“Saya menduga ini pungli, karena biayanya lebih dari itu. Karena dalam berita yang beredar, biayanya 285 ribu rupiah, dengan material yang dibebankan kepada pihak PAM. Bukan kepada masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi, GMPK Laporkan Kegiatan Dana Desa Babat ke Kejari Lubuklinggau

Kepala Blud Spam kabupaten Musi Rawas, Agus Hilman saat dimintai tanggapan oleh wartawan mengungkapkan, untuk dinas tidak minta biaya lebih dari yang seharusnya 285 ribu tersebut. Terkecuali ada biaya pemasangan tambahan, misalnya penambahan balik material dan pekerjaan lainnya.

“Kita sudah jelaskan kepada Kepala Pam Terawas, jika ada biaya tambahan tolong jelaskan kepada pelangganya. Kalau ada lebih dan kurangnya kami tidak bertanggung jawab, kepala PAM lah yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu kepala PAM Terawas, Ruslan mengaku hanya mendapat 100 ribu rupiah dari Satu pemasangan SR Murah itu. Dia menjelaskan bahawa megurus pemasangan SR Murah tersebut tidak ada SPJnya.

Baca Juga :  Dugaan Korupsi, GMPK Laporkan Kegiatan Dana Desa Babat ke Kejari Lubuklinggau

“Kami biasanya pemasangan, 500 ribu dari warga. Emang kita nyetor 285 ribu tapi dua buah matrainya kita yang tanggung jawab. Setelah itu, surat keterangan dari dinas kita yang ambil dan ongkos menjelang masang. Ongkos menjelang masang dari kantor itu cuma 100 ribu, kita yang nambah 50 ribu,”

“Biaya matrai 12 ribu, biaya pemasangan 25 ribu. Setelah itu biaya angkutnya, SR kami kan tidak diantar. Kami cuma dapat 100 ribu. Belum juga kebelitinya, kami kan SPJ tidak ada,” kata Ruslan.
(Hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here