Kepala Satgas Budaya Darmajaya: Rasa Empati Harus Dibudayakan dalam Lingkungan Kerja

SumateraPost, BANDAR LAMPUNG – Empati adalah menempatkan diri sendiri dan mengidentifikasi diri seperti orang lain yang sedang merasakan masalah. Hal itu disampaikan Kepala Satgas Budaya The Best Darmajaya, yang juga Kepala Gerakan Disiplin Kampus (GDK) Ustadz H. Suratno, S.PdI, M.H, saat memberikan kajian mingguan di ruang Desain Grafis dan Digital Marketing (DGDM), gedung Pascasarjana, Senin (9/11/2020).

Dalam kajian membahas Empati dari Budaya “The Best” (Taqwa, Heart, Empathy, Brilliant, Energetic, Sympathy, dan Trusworthy), dia juga menjelaskan banyak orang berpikir empati dan simpati sama, padahal berbeda. “Empati lebih merasakan sangat dalam karena kita pernah mengalami,” kata dia.

Saat memberikan kajian The Best kepada Bagian dan staf di lingkungan Biro Humas, kerjasama, Pemasaran, dan International Office (BHKPI), Suratno juga menjelaskan soal membangun empati dalam lingkungan pekerjaan. Pada kesempatan itu, Suratno juga memaparkan beberapa hasil survei.

Menurut dia, berdasarkan hasil survei, 92 persen empati merupakan faktor utama mempertahankan karyawan. “Selain itu, 80 persen dari milenial meninggalkan kantor karena kurang empati, 77 persen karyawan lebih lama di tempat kerja karena adanya empati,” kata Suratno.

Dia juga menjelaskan beberapa cara menumbuhkan empati dalam diri setiap orang atau karyawan. Yaitu, dengan cara belajar mendengarkan dengan baik dan hati-hati, peduli dan perhatian dengan lawan bicara, serta mampu membangun komunikasi terbuka. (**)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here