Kepsek di Kabupaten Pringsewu 3 Bulan Lagi Pensiun, Dilantik Jadi Kepala Sekolah

Sumaterapost.co | Pringsewu – Ngawur, merupakan lontaran dari para pengamat pendidikan dan warga masyarakat menyikapi pengangkatan. Kepala Sekolah di Kabupaten Pringsewu pada, Jum’at (13/5) lalu.

Seperti yang di beritakan, pengangkatan Kepala Sekolah dinilai tabrak aturan.
Dari telusur awak media, ditemukan Kepala Sekolah yang kurang 3 Bulan pensiun ikut dilantik dalam pelantikan kepala sekolah oleh Sekda Kabupaten Pringsewu di GOR Mini Pringsewu beberapa hari lalu.

Diketahui dalam data nama-nama para Kepala Sekolah yang dilantik atas nama LK di salah satu SDN di Kecamatan Gadingrejo Kelahiran tahun 1962 bulan Agustus, pada Bulan Agustus mendatang sudah pensiun.

Baca Juga :  Jaksa Tahan Hj. Meri Pelaku Kasus Unjuk Rasa Libatkan Anak Dibawah Umur

Tidak hanya di Gadingrejo, diketemukan juga di Kecamatan Pardasuka salah satu kepala sekolah F tanggal lahir 11-10-1962 ikut di lantik.

“Dilihat dari data dan aturan tersebut jelas sekali melanggar Permendikbud No. 40 tahun 2021,” jar Wakil Rakyat Kelahiran Pringsewu, Sudiono.

Sudiono berjanji sebagai wakil rakyat Putra Pringsewu ini menjadi mendengar pelantikan kepala sekolah yang tidak profesional ini menjadi beban tersendiri baginya, walau dirinya bukan dari Komisi 4 namun akan disampaikan ke rekan-rekannya, untuk memanggil dinas Pendidikan guna melakukan evaluasi ulang pengangkatan dan pelantikan Kepala Sekolah.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Pringsewu belum menjawab menyikapi carut marutnya pengangkatan kepala sekolah.

Baca Juga :  Gandeng IAIMNU Metro, PERGUNU Lampung Gelar Tes Beasiswa S2

Untuk di ketahui tentang syarat penugas guru menjadi Kepala Sekolah berdasarkan Permendikbud No. 40/2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah tertanggal 17 Desember 2021 sebagai berikut:

1. Guru yang memiliki kualifikasi akademik paling rendah sarjana (S1) atau D4 dari perguruan tinggi dan program studi yang terakreditasi.

2. Memiliki sertifikat pendidik.

3. Memiliki Sertifikat Guru Penggerak.

4. Memiliki pangkat paling rendah penata muda tingkat I, golongan ruang III/b bagi Guru yang berstatus sebagai PNS.

5. Memiliki jenjang jabatan paling rendah Guru ahli pertama bagi Guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

Baca Juga :  Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al Husna Gelar Upacara Perdana

6. Memiliki hasil penilaian kinerja Guru dengan sebutan paling rendah Baik selama 2 tahun terakhir untuk setiap unsur penilaian.

7. Memiliki pengalaman manajerial paling singkat 2 tahun di satuan pendidikan, organisasi pendidikan, dan/atau komunitas pendidikan.

8. Sehat jasmani, rohani, dan bebas narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya berdasarkan surat keterangan dari rumah sakit pemerintah.

9. Tidak pernah dikenai hukuman disiplin sedang dan/atau berat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

10. Tidak sedang menjadi tersangka, terdakwa, atau tidak pernah menjadi terpidana.

11. Berusia paling tinggi 56 tahun pada saat diberi penugasan sebagai kepala sekolah.

(Andoyo)