Kesahajaan Kepala Desa Bulakamba Brebes

Brebes SumateraPost.co – Kini Bulakamba tak seperti setahun lalu, setelah kepemimpinan terpilih dengan demokratis seorang Purnawirawan TNI Marinir Mayor Rudiyanto.

Kurang lebih setahun yang lalu dia bertemu saya hanya untuk ngobrol ringan dan itu biasa kami lakukan jika ada rasa kangen sebagai sahabat yang sudah terjalin sejak tahun delapan puluhan, serta karena adanya jalinan psychologis kedaerahan sama sama wong Brebes.

Dari obrolan kecil muncul dari mulut Rudiyanto, _”saya sudah pensiun kang, dan ingin sisa umurku tetap bisa bermanfaat untuk orang banyak”,_ maklum biar tentara tapi Rudiyanto jebolan Pondok Pesantren Buntet Cirebon, maka acuan yang tidak pernah lepas dia pakai diantaranya Al-Qur’an dan Sunnah.

Kemudian saya ikut larut dalam obrolan tersebut dengan pertanyaan, _”Bagaimana kira kira yang akan dilakukan kang Rudiyanto untuk bisa bermanfaat bagi orang banyak?”_, dijawab dengan tegas sebagaimana layaknya seorang TNI, _”saya menyambut pencalonan diri saya oleh sebagian besar masyarakat untuk ikut dalam bursa Pilkades”_, kusambut senyum sambil bergumam, _”wah…. cakep tuh, jika begitu nawaitu nya segera buatlah visi dan misi nya, dan kang Rudiyanto apa keinginan yang akan dilakukan setelah terpilih nanti?”_, dia menjawab _” Amar ma’ruf nahi mungkar_”, sontak terperanjat mataku sambil secara spontan keluar ucapan dari mulutku, _”luar biasa..! Lanjutkan..!”_.

Singkat cerita setelah proses Pilkades berlangsung, Allah SWT mentaqdirkan dia terpilih karena mendapatkan suara terbanyak.

Setelah dilantik dan resmilah menjabat sebagai Kades, benarkah dia tunaikan janjinya? Ternyata benar-benar terjadi dan inilah yang telah dia lakukan dalam 100 hari pertama:
1. Dirangkul semua masyarakat yang mendukung juga yang sebelumnya tidak mendukung, kecuali bagi yang tidak mau dirangkul.
2. Bengkok atau sawah sebagai gaji Kades, sebagian besar dia gunakan untuk kepentingan pembangunan Desa Bulakmba, dari mulai urusan masyarakat dalam membangun keluarga seperti, perkawinan, kehamilan, kelahiran, balita, anak, remaja, sampai lansia serta kematian, pendek kata urusan masyarakat dari pra kelahiran, kelahiran hingga kematian semua diopeni.
3. Dia sisir masyarakat yang masih terbelakang secara ekonomi, pendidikan, yakni dengan dibantu pangannya bagi yang pra sejahtera, diinventarisasi dan segera difasilitasi untuk anak anak yang putus sekolah agar melanjutkan kembali, mengembangkan dan menumbuh suburkan madrasah, majelis-majelis ta’lim, kemudian yang sakit dibantu pengobatan, bagi yang meninggal disediakan perlengkapan perawatan jenazah bahkan sering kali kita saksikan pak Kades ikut memikul kranda.
4. Pelayanan masyarakat yang bersifat administratif seluruhnya dibenahi, dari mulai pengurusan surat surat: KTP-KK, sertifikat tanah, nikah, hibah, wakaf dll.
5. Telah menutup tempat-tempat ma’siat diantaranya adalah, menutup penjual miras yang letaknya persis samping masjid jami’ dekat pasar Bulakamba, menutup bandar togel, menutup usaha hotel ecek ecek, tentu dengan tetap dilakukan berkoordinasi dengan Kapolsek dan Danramil serta Camat di kecamatan Bulakamba. Semua ini sekian Kades sebelumnya tidak pernah mampu melakukan.
6. Hebatnya lagi pak Kades selalu membangun silaturahmi baik dengan masyarakat yang lemah, yang kuat secara pengaruh dan ekonomi. Tidak hanya itu, silaturahmi yang dibangun juga dengan ulama di desanya dan bahkan para ulama secara luas di Brebes sampai tetangga kabupaten, juga silaturahmi dibangun dengan Umara dari tingkat kecamatan sampai tingkat kabupaten, bahkan bupati sering membalas silaturahmi ke Bulakamba.

Dalam 100 hari sudah dibuktikan oleh Kades *Rudiyanto *_Amar Ma’ruf Nahi Munkar_*, kebanyakan orang ketika terpilih sebagai pemimpin hanya *Amar Ma’ruf* sementara *Nahi Munkar* mereka tidak memiliki kemampuan, alasannya bermacam-macam dan rata rata *Cari Aman*, padahal Amar Ma’ruf Nahi Munkar adalah paket yang tidak boleh dipisahkan.

Semoga Allah memberikan keberkahan, kesehatan, untuk melanjutkan amanah dari masyarakat sehingga bertambah maju desanya, sejahtera dan bahagia masyarakat nya. (Sugiarto).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here