Ketahanan Pangan: IPDMIP & DD Harus Sinergi

Sumaterapost.co | Pringsewu – Pelaksanaan IPDMIP dan Dana Desa di Desa Aji Mesir harus sinergi. Hal ini untuk
mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang mengedepankan kemajuan sektor pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

Kepala Desa Aji Mesir, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulangbawang, Lampung. Arbain, mengatakan program IPDMIP sangat strategis dan tepat dalam meningkatkan kesejahteraan petani, namun perlu didukung dengan program lain, seperti Dana Desa agar sinergi. “Maka itu, saya sudah mempertemukan dan rapat terbatas dengan Korkab IPDMIP Tulang Bawang dan tenaga ahli SGS Dana Desa, untuk bersama-sama menyatukan program di daerah irigasi Aji Mesir,” ujarnya.

Arbain pun siap mengimplementasikan Dana Desa pada tahun anggaran 2022 untuk kegiatan pertanian. “Dalam UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, ada komitmen negara dalam melindungi dan memberdayakan desa agar menjadi kuat, maju, mandiri dan demokratis sehingga dapat menciptakan landasan yang kuat dalam melaksanakan pemerintahan dan pembangunan menuju masyarakat yang adil makmur dan sejahtera. Menjadi kuat dan sejahtera adalah di pertanian,” kata Kepala Desa Aji Mesir Arbain.

Baca Juga :  Dr. Bustami Zainudin Apresiasi DPK IARMI Pringsewu

pelaksanaan membantu pertanian di wilayah Aji Mesir, dengan membangun infrastrukur kawasan staregis, seperti jalan, menuju persawahan dan pertemuan-pertemuan antar petani untuk berdiskusi bagaimana pola meningkatkan produksi. Menurut dia, di dalam melakukan suatu pembangunan pertanian tentu banyak respon dari masyarakat, salah satunya kepuasan masyarakat terhadap pembangunan tersebut, adapun tingkat kepuasan masyarakat terhadap pembangunan pertanian yang ada di Desa Aji Mesir Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang, mayoritas puas karena sasaran pembangunan infrastruktur ada di pertanian.

“Masyarakat menjawab puas karena sarana dan prasarana yang dibangun untuk pembangunan pertanian telah sesuai atau telah terealisasi dengan baik, salah satunya jalan usahatani yang selama ini belum ada atau belum terealisasi maka dengan adanya Dana Desa tersebut jalan usahatani pun dibangun untuk melancarkan transportasi usahatani masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Panitia Konferensi Cabang NU Banda Lampung Dipertanyakan

Masyarakat mengatakan puas, ketika diungkapkan saat pertemuan masyarakat, apalagi kata dia, didukung ada program IPDMIP yang masuk, dimana nilai positifnya produksinya terus meroket, sebelum IPDMIP produksi sekiataran 3-3,5 ton per hektare, tetapi sekarang menjadi 4-4,5 ton per hektare. “Jadi, desa itu menjadi sinkron antara pembangunan pertanian di desa dengan bangun infrastruktur usaha tani, kemudian sejalan dengan peningkatkan kapasitas petani melalui IPDMIP,” ujar Arbain.

Andi Ruslan, Gapoktan Aji Mesir mengatakan, kepauasan terhadap penggunaan Dana Desa yang digunakan untuk pembangunan pertanian ini karena masyarakat merasa keinginan masyarakat telah terpenuhi
dan juga tingkat partisipasi masyarakat terhadap pembangunan tersebut pun tinggi, pembangunan tersebutpun betul-betul bermanfaat. “Hal ini bermanfaat karena selama ini masyarakat yang dulunya susah dalam melakukan transportasi usahtani maka dengan adanya pembangunan jalan usaha tani
tersebut masyarakat bisa lebih leluasa dalam melakukan transportasi usahatani dari luar sampai ke lahan usaha tani dan membawa hasil produksi usahatani keluar dari lahan pun menjadi mudah,” ujar Ruslan.

Baca Juga :  Kepsek di Kabupaten Pringsewu 3 Bulan Lagi Pensiun, Dilantik Jadi Kepala Sekolah

Pembanguan sarana dan prasarana sangat penting untuk meningkatkan kelancaran dalam berusaha tani, tanpa sarana dan prsarana yang memadai, harga komoditas yang diproduksi oleh petani pun akan bernilai rendah karena biaya angkutan yang mahal, salah satunya dalam membawa hasil produksi. “Untuk 2022 ini kami berencana Dana Desa digunakan untuk perbaiki jalan galengan sawah dan semoga food estate di sasaran daerah irigasi IPDMIP ini terwujud agrowisata,” Arbain melanjutkan. *Rls/fik/Andoyo)