Ketua FKPP Tubaba Prihatin Atas Dugaan Aksi Cabul Yang Dilakukan Salah Seorang Ustadz

SumateraPost.co, PANARAGAN – Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Tulang Bawang Barat, KH.Makrus Ali meyayangkan adanya dugaan pelecehan yang menimpa salah seorang oknum pengurus salah satu pondok pesantren yang ada diwilayah tersebut. Menurutnya itu merupakan murni kesalahan keduanya secara pribadi dan jangan dikaitkan dengan Ponpes tempat mereka mondok.Kamis (03/06/21)

Ditemui dikediaman KH.Makrus Ali mengatakan prihatin atas persoalan yang menimpa salah satu oknum ustadz beserta santriwatinya tersebut. Namun demikian menurut makrus, hal itu tentu merupakan kesalahan murni dari kedua oknum dan jangan mengaitkan dengan pondok pesantrenya.

Baca Juga :  AD Terjerat Pasal 114. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun

“Kami prihatin terhadap kasus yang menimpa salah satu oknum yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap salah satu siswi pondok. Kami yakin hal ini tidak sepenuhnya merupakan kesalahan sepihak, namun tentunya hal itu terjadi atas kelalaian keduanya, oleh karena itu kami berharap adanya penyelesaian yang baik antara kedua belah pihak tersebut.” Ujarnya

Baca Juga :  Kasat Narkoba Polres Tubaba. Geledah Rumah Terduga Pengedar Narkoba

Sehingga permasalahan kedua belah pihak tidak berlarut-larut. Makrus juga berkeyakinan bahwa persoalan keduanya tersebut tidak akan sampai terjadi seperti ini jika tidak ditunggangi oleh pihak-pihak yang memiliki niatan buruk terhadap keduanya dan pondok tempat kejadian tersebut.

Sebagai ketua forum komunikasi pondok pesantren se-tulang bawang barat dirinya mengecam aksi cabul tersebut, bagaimana pun juga didalam ajaran islam tidak dibenarkan adanya prilaku seperti itu terlebih sebagai seorang tenaga pengajar, tetapi selaku manusia biasa kami juga faham bahwa tidak ada manusia yang sempurna.

Baca Juga :  AD Terjerat Pasal 114. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun

Makrus menghimbau kepada rekan-rekan pers,awak media agar dapat menyuguhkan sebuah pemberitaan yang berimbang sehingga tidak merugikan sebagian pihak, karena dirinya khawatir dengan pemberitaan yang kurang balance akan memberikan dampak buruk terhadap tumbuh kembangnya pondok-pondok pesantren diwilayah tubaba. (Rls/Sir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here