Ketua IPJT Pekalongan Raya Angkat Bicara Soal Oknum Wartawan yang Memeras Para Kades

Pekalongan, SumateraPost.co – Menanggapi berita disalahsatu media online tentang sikap Kapolres Pekalongan yang akan menindak tegas oknum wartawan yang memeras para kepala desa(Kades) pihak Ketua Sekretariat Bersama Insan Pers Jawa Tengah (Sekber IPJT) Dewan Pimpinan Cabang Pekalongan Raya angkat bicara dan merasa perlu adanya klarifikasi adanya tudingan maraknya oknum wartawan yang memeras kepala desa khususnya diwilayah Kabupaten Pekalongan.

Hal tersebut disampaikan pada pertemuan rutin bulanan antara pengurus dan anggota Sekber IPJT Pekalongan Raya pada minggu, 15 Nopember 2020.
” saya berharap kepada seluruh anggota IPJT untuk berhati hati dalam menyikapi adanya temuan dugaan penyimpangan/ pelanggaran dan atau penyalahgunaan wewenang jabatan yang dilakukan oleh oknum kepala desa/ perangkat desa, baik penyimpangan dana desa maupun kebijakan kebijakan kepala desa yang menyimpang/ melanggar peraturan yang ada. Sebab tugas wartawan adalah mencari / mengumpul data dan informasi sehingga dapat dijadikan sebuah berita yang akurat dan kredibel” terang Ali Rosidin selaku Ketua Sekber IPJT Pekalongan Raya.

Menyikapi pernyataan Kapolres Pekalongan yang akan menindak tegas kepada oknum wartawan yang memeras kepala desa dirinya berpesan agar tidak segan segan membuat berita sesuai dengan temuan dilapangan.

” Jangan takut dengan adanya sikap penegak hukum yang akan menindak tegas pelaku tindak pemerasan. Yang penting kalau ada temuan tulis saja, asalkan kita punya data dan narasumber yang kredibel. Pasal 368 KUHP menjelaskan bahwa dikatakan pemerasan apabila ada unsur paksaan/ ancaman. Penegak hukum juga harus dapat mengambil tindakan tegas kepada para kades yang berupaya menyuap wartawan. Jangan hanya sepihak yang dikriminalisasikan wartawannya saja. Usut tuntas adanya kasus suap” tegas Ali .

Lebih jauh dikatakan bahwa selama ini banyak kasus didesa desa dari mulai penyimpangan dana desa, kasus PTSL, BLT, BST hingga penyalahgunaan wewenang jabatan, tetapi yang menjadi sorotan adanya tudingan oknum wartawan yang memeras kepala desa.

” penegak hukum harus seimbang dong dalam memproses hukum. Para kepanla desa jangan takut kalau memang benar . Dan saya tidak ingin wartawan yang selalu dikambinghitamkan” terang Ali yang juga Ketua LSM Bina Pelangi.(udi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here