KI JOKO EDAN Mengamuk di Muludan Dalam Lakon BIMO Bangkit

1349

Sumaterapost, Tuntang – Desa Tlompakan dusun muludan mulai dari sore terlihat para pedagang bercampur dengan lalu lalang orang orang di desa tersebut menambah semaraknya desa yang sedang punya hajat untuk mendoakan supaya desa Tlompakan umumnya dusun Muludan aman tentram dalam rangka merti dusun yang mengharapkan kesejahteraan seluruh warga.

Kepala Desa Tlompakan bapak Sunardi terlihat dengan seksama mendengarkan serta menyimak jalannya pentas wayang kulit semalam suntuk yang menghadirkan Dalang yang sudah cukup terkenal di kabupaten Semarang yaitu Ki Joko Hadiwijoyo yang lebih di kenal dengan Ki Joko Edan.

Malam semakin larut seluruh warga dengan hikmat menyimak pentas yang nota bene melestarikan budaya leluhur yang memang diwariskan serta harus dilestarikan

Dengan adanya tradisi kebudayaan masyarakat jawa ada merti dusun atau bersih desa yang tujuannya berdoa untuk kesejahteraan keselatan dan kemakmuran bagi warga Desa dengan tradisi ini.Pertunjukan wayang ini memang tradisi yang turun temurun mulai anak muda terutama orang tua memang menyukainya.

Apalagi pas adanya cangikan atau goro goro dalam lakon Bima Bangkit pada tema judul pagelaran wayang di malam yang penuh kegembiraan dan penuh hikmat ini.

Keceriaan serta suka cita yang terpancar dari wajah warga dusun Muludan yang semakin larut.
Menurut bapak Sunardi pertunjukan wayang malam hari di dusun Muludan memang sudah dilaksanakan setiap habis panen padi yang terselenggara dengan turun temurun tiap tahun yang merupakan rasa syukur kepada tuhan atas segala rizki yang telah diberikan serta nikmat rasa tentram di desa ini.

Pada pentas kali ini forkompincam juga menghadirinya bahkan wakil Bupati semarang Bapak Ngestipun turut menghadirinya yang mengapresiasi kegiatan tradisi ini yang perlu dilestarikan dan di budayakan dan patut di contoh dusun dan Desa lainnya di kabupaten Semarang yang masih melestarikan budaya jawa terutama wayang kulit katanya di kesempatan itu menambahkan pernyataan dari Bapak Sukardi selaku Kepala Desa Tlompakan yang menjadi panitia acara tersebut.

Tradisi ini memang jarus dilestarikan karena mengandung muatan pelestarian bukan hanya budaya tetapi ada muatan petuah yang di sampaikan oleh dalang kepada orang tua terutama untuk anak muda dengan kemasan yang penuh dengan seni yang sangat bernilai tinggi.Dan menjadi rasa syukur serta doa atas limpahan nikmat sesuai ajaran agama serta peninggalan leluhur yang sangat istimewa.

Semoga harapan serta keinginan dan doa ini terlaksana itulah harapan warga Desa Tlompakan dan Dusun Muludan khususnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here