King Hoo Ping di Boen Hian Tong, Merawat dan Menghidupi Nilai-nilai Warisan Gus Dus

Wenshe Oei Hui Ling mendaraskan doa Khong Hoo Ping (Christian Saputro)

SumateraPost, Semarang – Perayaan sembahyangan Kong Hoo Ping yang dilaksanakan Perkumpulan Boen Hian Tong (Rasa Dharma) di Gedung Rasa Dharma, Gang Pinggir 31, Semarang ,13 September 2020 (Lak Gwee Jie Lak 2571) berjalan lancar dan penuh hikmat.

Kong Hoo Ping di Boen Hian Tong,
Merawat dan Menghidupi Nilai-Nilai Warisan Gus Du

Tersebab pandemi Covid -19 kegiatan Kong Hoo Ping tak dilaksanakan seperti biasanya terbuka untuk umum, tetapi hanya dilakukan secara tertutup oleh para pengurus Boen Hian Tong dengan jumlah yang terbatas.

Ritual sembahyangan Khong Hoo Ping yang juga ditaja secara virtual ini dipandu Asrida Ulinuha dimulai dengan sembahyang bersama yang dilakukan pengurus Boen Hian Tong, dilanjutkan dengan peletakan hio di depan sin ci Gus Dur yang ada pada altar utama di Boen Hian Tong. Kemudian diteruskan dengan sembahyang untuk para leluhur.

Wenshe Oei Hui Ling meletakkan hio pada altar utama Boen Hian Tong di depan Sin Ci Gus Dur pada perayaan sembahyang King Hoo Ping di Gedung Rasa ,Gang Pinggir, Pecinan, Semarang, Minggu (13/9)

Disusul dengan mendoakan para arwah dari berbagai lintas agama secara virtual yang dilakukan oleh para pemuka agama yang diawali oleh Pendeta Sediyoko, M.Si (Ketua Umum PGKS), seterusnya dilanjutkan oleh Romo Ed Didik SJ (Pastor Kepala Paroki Bongsari Semarang), Bikhsu Cattamano Mahathera (Ketua Vihara Tanah Putih Semarang), Drs,KH. Mustam Aji ,MM Ketua FKUB Kota Semarang), dan I Ngengah Wiria D, SH, MH (Ketua PHDI Kota Semarang).

Usai didoakan oleh para pemuka lintas agama, kemudian dilanjutkan dengan menyebutkan puluhan nama-nama pada sin ci yang ada di meja altar, antara lain; arwah korban kerusuhan Mei 98, tokoh-tokoh bangsa, Liem Liang Peng KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) dan Gus Dur yang Sincinya ada di meja altar Utama Boen Hian Tong.

Kemudian ditutup dengan doa sembahyang King Hoo Ping yang dinaikkan oleh Wenshe Oei Hui Ling. Dalam doa King Hoo Ping ini Wenshe Oei Hui Ling berharap, doa sembahyang yang diselenggarakan ini, menjadi kenangan yang memberi dorongan dan kesediaan untuk selalu mengusahakan diri dalam kebajikan. Karena hanya dariNya diturunkan berkah dan rakhmat Tuhan. Dipermuliakanlah. “Teguhkanlah Iman kami, yakin Tian senantiasa menilik, membimbing, menolong, melindungi dan menyertai hidup kami kini, nanti dan selama-lamanya,” ujar Hui Ling dalam petikan doanya.

Ketua Perkumpulan Boen Hian Tong (Rasa Dharma) Harjanto Halim dalam sambutannya, mengatakan, kegiatan King Hoo Ping lintas agama yang dilaksanakan Boen Hian Tong (BHT) sudah berjalan dari tahun 2009.

Kegiatan ini berarti sudah berlangsung 11 tahun.” Untuk itu saya sangat mengapresiasi para pemuka agama, donatur dan penghayat selama ini yang ikut berperanserta menyiapakn dan mendukung sehingga acara ini berjalan lancar. Kegiatan Kong Hoo Ping sekaligus merawat kebhinekaan dan keberagaman,” ujarnya.

Lebih lanjut, Harjanto, mengatakan, King Hoo Ping ini merupakan salah satu cara komunitas Tionghoa untuk melakukan penghormatan kepada para leluhur. King Hoo Ping bukan hanya masalah ritual berdoa dan menyiapkan sejati, tetapi bagaimana menghidupi nilai-nilai leluhur. “Nilai-nilai yang diwariskan para leluhur harus diceritakan kepada generasi penerus. Nilai-nilai itu harus tetap terpelihara, diturunkan dan dihidupi, melalui sebuah ritual, atau acara bukan masalah,” imbuh Ketua BHT ini

Harjanto menambahkan, yang menjadi pusat perhatian di Boen Hian Tong, adanya Sin Ci Gus Dur. ‘KH Abdurrahman Wahid memang telah tiada. Tetapi nilai-nilai dan teladan kehidupan yang telah diwariskan Gus Dur harus tetap dipelihara, bahkan harus dihidupi. “Nilai-nilai warisan Gus Dur seperti sikap moderat, toleran dan moralisme harus terus bisa nantinya menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara,” terangnya.

Menurut Harjanto, hal inilah yang paling penting, sehingga mengapa Boen Hian Tong selalu konsisten menggelar kegiatan King Hoo Ping lintas agama. Kegiatan ini sekaligus sebagai penanda wujud keberagaman yang ada di Indonesia. “Semoga acara King Hoo Ping lintas agama ini bermanfaat bagi kita semua, bagi bangsa dan negara. Harapannya bisa terus berkelanjutan dikemudian hari,” pungkas Harjanto.

Boen Hian Tong selain mengadakan sembahyangan King Hoo Ping membagikan ratusan paket sembako dan juga menggelar Webinar mengusung tema: “Sinci Gus Dur dalam Perspektif Spiritual Agama dan Penghayat” ini yang berlangsung Minggu, 13 September 2020, mulai pukul 19.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB

Kegiatan Webinar yang dimoderatori Willy Leo Santiko ini diikuti Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Putri Gus Dur Anita Wahid (Jaringan Gusdurian), Harjanto Halim, Ketua BHT dan puluhan audiens dari dalam dan luar negeri ini

menampilkan nara sumber 6 agama dan juga tokoh penghayat antara lain; ), Xs. Budi S Tanuwibowo (Ketua Dewan Rohanian Matakin), Bkh Cattamano Mahathera (Ketua Vihara Tanah Putih Semarang), Romo Ed Didik SJ (Pastor Kepala Paroki Bongsari Semarang), Drs,KH. Mustam Aji ,MM Ketua FKUB Kota Semarang), Noen Soeyono (Presedium Pusat MLKI) I Ngengah Wiria D, SH, MH (Ketua PHDI Kota Semarang), dan Pendeta Sediyoko, M.Si (Ketua Umum PGKS). (Christian Saputro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here