Komunitas Perempuan Mawar Merah (MM) Mulai Bangkit

Sumatera Post, Pringsewu – Para aktivis Perempuan yang tersebar di 9 Kecamatan di Kabupaten Pringsewu mulai bangkit membentuk komunitas Mawar Merah, memberikan motivasi kepada generasi muda bagaimana generasi muda khususnya kaum perempuan dapat memenuhi kebutuhan industri digital, Ujar DM Fitri Aktivis Mawar Merah Kabupaten Pringsewu, kepada Sumatera Post, Sabtu, (13/9).

Dia mengatakan,Berawal dari keprihatinan, banyak para wakil rakyat dari perempuan yang belum mengakomodir kebutuhan dari kaum muda perempuan, selama ini Ia melihat lulusan perguruan tinggi tidak semuanya mampu untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi terkini, dan tentunya harus ada pemberdayaan.

Lalu, bagaimana mendorong literasi digital bagi kaum perempuan, khususnya kaum milinial ? Oleh karena itu Komunitas Mawar Merah, mengajak kaum perempuan untuk dapat memanfaatkan teknologi, tidak hanya secara maksimal, tetapi juga bijaksana. Dalam memanfaatkan media sosial, ujarnya.

Senada dengan, Dini Pepilina Aktivis Perempuan yang juga seorang jurnalis di Kabupaten Pringsewu, mengatakan, para Kaum perempuan bukan hanya yang muda, namun perempyan dewasa atau tua juga harus tahu bagaimana memanfaatkan dunia teknologi, pentingnya membuka diri, belajar dan berkomunikasi melalui silahturahmi Mawar Merah, guna lebih memahami dalam pengelolaan konten media sosial, baik itu untuk tujuan politik, bisnis, maupun sosial, agar pengguna akun lebih banyak bercerita, bukan hanya sekadar menshard foto, namun “Ceritakanlah dengan baik konten kaum perempuan muda maupun ibu-ibu, orang senang konten yang bercerita,”

Karena Ke depan, tantangan bagi perempuan dalam menjalankan peran dan fungsinya di era digital tentu tidak mudah. Peran pendidikan sangat penting dalam menjawab tantangan tersebut, dan ini bisa bekerjasama dengan kampus berbasis Teknologi yang ada di Pringsewu, ujar Dini Pepilina.

Dini Pepilina juga mengatakan, dalam waktu dekat Komunitas Mawar Merah atau MM akan mengadakan pelatihan bagaimana berperan sebagai pembawa acara, dan public speaking sebagai bekal bagaimana berkomunikasi, ujarnya.(ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here