Korban Keracunan Massal di Langkat Bertambah, Total 83 Orang

SumateraPost.co, Langkat – Warga Dusun I Tungkam Jaya, Desa Pangkalansiatak, Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang mengalami keracunan massal, jumlahnya kembali bertambah.

“Kemarin malam, ada satu lagi warga yang dirawat. Sehingga jumlah korban di rumah sakit ada tujuh dari total 83 orang yang diduga keracunan makanan,” kata Sekretarsi Dinas Kesehatan oemerintah Kabupaten Langkat, Ansari, Kamis (27/02/2020) siang.

Meskipun demikian dia tidak mengetahui nama dan jenis kelamin korban keracunan makanan yang terakhir tersata. “Saya tidak tahu pasti namanya siapa, Sebab laporan yang saya terima dari Kepala Puskesmas Pangkalansuau cuma sebatas itu,” katanya.

Mengenai kondisi terakhir seluruh korban, menurut Ansari, sebagian besarnya sudah mulai membaik. Meski begitu dia mengakui, tim medis dari Puskesmas Pangkalansusu tetap saja optimal memantau perkembangan kesehatan seluruh korban.

“Secara umum, kondisi seluruh korban sudah bagus dan mulai stabil. Namun tetap saja mereka terus kita pantau perkembangan kesehatannya bagaimana. Mudah-mudahan saja tidak terjadi hal-hal negatif,” jelasnya.

Secara khusus Ansari mengaku, Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Langkat belum dapat memastikan penyebab keracunan massal itu. Apalagi Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara masih memeriksa sampel makanan dan muntahan korban.

“Kita sendiri belum berani simpulkan, apakah gangguan kesehatan yanh dialami seluruh korban akibat keracunan makanan atau faktor lain. Sebab hasil uji laboratorium belum keluar. Lan bisa jadi pemicunya itu bakteri atau zat kimia tertentu,” ungkap Ansari.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 82 warga yang tercatat sebagai jemaat Hereja HKBP Dusun I Tungkam Jaya, Desa Pangkalansiatak, Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, dilaporkan mengalami keracunan massal, Rabu (26/02/2020) pagi.

Sebagian besar korban mengaku mengalami pusing, sakit perut, mual dan muntah, serta mencret. Beberapa di antaranya bahkan menderita dehidrasi berat dan demam tinggi.

Dari jumlah itu, enam warga dirawat intensif di RSU Pangkalan Brandan, setelah sempat mendapat penanganan medis oleh petugas Puskesmas Pangkalansusu. Sedangkan korban lainnya menjalani rawat jalan.

Namun pada Rabu (26/02/2020) malam, jumlah korban keracunan massal justru bertambah satu orang. Oleh pihak Puskesmas Pangkalansusu, korban kemudian dirujuk ke RSU Pangkalanbrandan, dan dirawat bersama enam korban lainnya.

Informasi dhimpun, seluruh korban diduga keracunan makanan usai menyantap lauk dari olahan daging babi, saat jamuan makan bersama di halaman Gereja HKBP Dusun I Tungkam Jaya, Desa Pangkalansiatak, pada Selasa (25/02/2020) siang. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here