Kota Tegal Berdamai dengan Virus Corona

Tegal, SumateraPost.co — Resmi Pemerintah Kota Tegal tidak lagi menerapkan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) lanjutan.

Pamungkasnya — Jumat (22/5) malam ini. Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, menggelar apel penutupan PSBB Tahap II — di lapangan Alun-alun Kota.

Sore hari sebelumnya, pukul 15.00 WIB, apel penutupan diawali dengan penyemprotan jalan protokol kota — dengan mobil Damkar Pemkot Tegal, water canon TNI dan Polri. Tidak jadi dengan pesawat Helikopter, karena menuai kontroversi dari berbagai lapisan masyarakat.

Malam hari, pukul 22.00 WIB, baru digelara apel resmi pencabutan peneraoan PSBB. Sekaligus membuka kembali Kota “Bahari” Tegal sekarang, bergerak normal. Bebas wabah virus corona dan warganya leluasa keluar rumah untuk menjalankan kegiatan masing-masing.

Kepada para wartawan, Wali Kota Dedy Yon Supriyono menjelaskan, ada intruksi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, agar apel penutupan psbb diselenggarakan sesederhana mungkin agar menghindari kerumunan.

“Setelah PSBB dua berakhir nanti, tidak lagi PSBB lanjutan. Kita tetap siaga, mempertahankan status zona hijau. Saya harap masyarakat Kota Tegal tetap mematuhi prosedur protokol kesehatan seperti masa PSBB selama ini,” jelas Dedy lugas.

Kota Tegal dua kali menerapkan PSBB, tahap I selama 14 hari (23 April – 6 Mei) dan tahap II berakhir 22 Mei.

Wakil Wali Kota Tegal, Muhammad Jumadi, menjelaskan: Mengapa Kota Tegal tidak lagi melanjutkan PSBB berikutnya. Karena. Kota Tegal sudah zona hijau.

“PSBB berlaku untuk zona merah. Kota Tegal zona hijau, jadi tidak perlu PSBB lagi,” jelas Jumadi ramah.

Myoritas warga Kota Tegal sendiri, menyambut senang langkah kotanya sekarang kembali normal. Anton, warga Tegal Timur saat menonton penyemprotan desinfektan, menilai langkah walikota tepat.

“Semoga dengan pengalaman PSBB dua kali kemarin. Masyarakat sadar jaga kesehatan dn tetap patuh protokol Covid-19,” kata Anton sumringah.

Tentang bagaimana paska PSBB nanti, Jumadi menegaskan, Pemerintah Kota Tegal tetap siaga: Menegakan protokol Covid-19.

Pihak kalangan kritis Tegal Raya melihat kesan khusus : Wali Kota Tegal Dedy Yon tidak meneruskan PSBB. Mereka melihat, kini walikota tidak mau mendahului lagi kebijakan pemerintah pusat.

“Belakangan. Pemerintah pusat merubah strategi dalam menangani wabah Covid-19. Jika sebelumnya keras, sekarang lunak,” kata Ghofir — mahasiswa UPS Tegal.

Pernyataan Jokowi, saatnya “Damai dengan Covid-19” tersurat sebagai strategi baru menangani corona virus.

Ini artinya, kata Ghofir, bukan virus yang diperangi. Tetapi bagaimana menangani manusianya agar mempunyai mental baru — disiplin hidup sesuai protokol kesehatan untuk corona-virus.

“Sampai sekarang belum ditemukan obat antivirus Covid-19. Kota Tegal harus berdamai dengan Covid-19 dengan cara patuh pada standar protokoler kesehatan,” kata Ghofir mahasiswa utun kutu buku.
(aro agusriyanto aro)

::

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here