KPK Agendakan Pemeriksaan Terhadap Direktur PT Gajah Tunggal

Sumaterapost – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Direktur PT Gajah Tunggal Ferry Lawrentius Hollen hari ini, Rabu (01/11). Ia dimintai keterangan terkait penyidikan kasus penerbitan surat keterangan lunas (SKL) dari BPPN terhadap Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (01/11) mengatakan, Ferry dimintai keterangan sabagai saksi untuk tersangka mantan Ketua BPPN, Syafruddin Arsyad Temenggung.
Terkait kasus ini, sebelumnya KPK juga pernah memanggil saksi Eks Presiden Komisaris dan Direktur Keuangan PT Gajah Tunggal Mulyati Gozali. KPK menyebut menelusuri aset Sjamsul Nursalim yang salah satunya di Gajah Tunggal.
Syafruddin menjadi tersangka terkait penerbitan SKL terhadap Sjamsul Nursalim selaku pemegang saham pengendali BDNI, yang memiliki kewajiban kepada BPPN.
KPK menyebut Syafruddin mengusulkan disetujuinya KKSK perubahan atas proses litigasi terhadap kewajiban obligor menjadi restrukturisasi atas kewajiban penyerahan aset oleh obligor BLBI kepada BPPN sebesar Rp 4,8 triliun.
Dalam audit terbaru BPK, KPK menyebut nilai kerugian keuangan negara dalam kasus ini menjadi Rp 4,58 triliun. Nilai itu disebabkan Rp 1,1 triliun yang dinilai sustainable kemudian dilelang dan didapatkan hanya Rp 220 miliar. Sisanya Rp 4,58 triliun menjadi kerugian negara. (pi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here