KPU Binjai Sebut Enam TPS Rawan Terdampak Banjir

SumateraPost, Binjai – Bencana banjir akibat luapan air Sungai Bingai dan Sungai Mencirim yang melanda wilayah pemukiman di 16 kelurahan se-Kota Binjai, 4 Desember 2020 lalu, menjadi perhatian khusus Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai.

Pasalnya, sebanyak enam dari total 475 tempat pemungutan suara (TPS) dalam rangka Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai 2020, dinyatakan sebagai TPS yang memiliki resiko dan kerawanan tinggi terdampak bencana banjir.

“Ada enam TPS yang jadi perhatian kita, karena rawan terdampak banjir,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai, Zulfan Effendi ST, usai pemberangkatan truk pengangkut logistik pemilu ke seluruh PPS se-Kota Binjai, Senin (07/12/2020) pagi.

Baca Juga :  HM Ali Yusuf Siregar Hadiri Wisuda Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua

Dikatakannya, keenam TPS rawan terdampak banjir seluruhnya berada di Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota. Berngam sendiri menjadi satu dari lima kelurahan di Kecamatan Binjai Kota, yang terdampak banjir luapan air Sungai Bingai, pada 4 Desember 2020.

Sedangkan untuk kelurahan lain yang sebelumnya masuk wilayah terdampak banjir, baik akibat luapan air Sungai Bingai, Sungai Mencirim, dan Sungai Bangkatan, pada 4 desember 2020 lalu, lokasi TPSnya relatif aman.

“Jika sampai terjadi banjir susulan dan ada TPS yang tergenang air, maka lokasi pemungutan suara akan kita pindahkan,” ujar Zulfan, yang juga menjabat sebagai Ketua Divisi Umum, Keuangan, dan Logistik KPU Kota Binjai.

Baca Juga :  Mayat Pria Berkolor Mengambang dalam Parit

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Binjai, Arie Nurwanto SH MH, mengakui, ada beberapa TPS di Kota Binjai dengan resiko dan kerawanan tinggi.

Kerawanan dimaksud dikarenakan besarnya potensi pelanggaran pemilu dan bencana alam dari masing-masing TPS, semisal adanya mobilisasi massa, intimidasi terhadap pemilih, maupun resiko terdampak banjir.

Hanya saja dia enggan menyebutkan kelurahan dan TPS mana saja di Kota Binjai yang rawan terjadi pelanggaran pemilu dan bencana banjir.

Baca Juga :  HM Ali Yusuf Siregar Hadiri Wisuda Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua

“Kita akan perhatikan secara khusus TPS-TPS tadi, melalui penguatan fungsi pengawasan dan koordinasi dengan pihak keamanan dan para aparatur pemerintah setempat,” ucap Arie.

Di tempat yan sama, Kapolres Binjai, AKBP Romadhoni Sutardjo SIK, menyebut, sebanyak 420 personel kepolisian disiagakan selama proses pendistribusian logistik, pemungutan dan penghitungan suara di TPS, serta rekapitulasi perolehan suara di tingkat kecamatan dan kota.

“Khusus pengamanan TPS, kita sudah instruksikan dua personel kepolisian mengamankan 10 hingga 12 TPS. Sedangkan untuk wilayah yang dianggap rawan, maka satu personel siaga pada satu TPS,” terangnya. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here