KPU Binjai Sosialisasikan Tahapan Pilkada ke Pengurus Ormas

SumateraPost, Binjai – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Binjai kembali menggelar sosialisasi dan diskusi terkait tahapan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Binjai 2020 kepada masyarakat. Kali ini, sosialisasi ditujukan kepada para pengurus organisasi kemasyarakatan (ormas), dalam pertemuan yang digelar di Kafe Kolam, Kelurahan Kebunlada, Keamatan Binjai Utara, Selasa (13/10/2020) pagi.

Kegiatan tersebuf dibuka oleh Ketua KPU Kota Binjai, Zulfan Effendi, dengan menghadirkan Ketua KPU Kota Binjai periode 2013-2018, Herry Dani, selaku pembicara, serta dipandu oleh Ketua Divisi Sosialisasi, Sumber Daya Manusia, dan Partisipasi Masyarakat KPU Kota Binjai, Robby Effendi Hutagalung.

Dalam materinya berjudul “Peran LSM dan Ormas dalam Membina Demokrasi”, Herry Dani, menyebut, pemilihan umum (pemilu) merupakan bentuk partisipasi politik masyarakat dalam kehidupan berdemokrasi dan sarana perwujudan kedaulatan rakyat, yang bertujuan memilih sosok pemimpin terbaik dan paling berkualitas.

Di sisi lain dia menyebut, pelaksanaan pemilu, khususnya Pemilihan Kepala Daerah (pilkada), pada hakikatnya merupakan bagian dari proses melahirkan sosok pemimpin yang mempu mensejahterakan rakyat dan mewujudkan cita-cita nasional.

“Tujuan demokrasi itu memanusiakan manusia, dan pelaksanaan pemilu, khususnya pilkada, menjadi bagian penting dalam upaya memenuhi hak azasi manusia itu sendiri berupa kesejahteraan,” terang Herry, yang juga seorang akademisi itu.

Di sisi lain dia menyatakan, terdapat dua aspek pertimbangan utama yang dapat dijadikan pedoman dalam menentukan suatu pelaksanaan pemilu berjalan dengan sukses atau tidak.

Pertama, kata Herry, dari sisi proses. Menurutnya, pemilu yang sukses apabila pelaksanaan seluruh tahapan pemilihan berjalan secara demokratis, aman, dan lancar, serta berpedoman pada azas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber-jurdil).

Sedangkan pertimbangan kedua, keberhasilan pemilu dapat dilihat dari sisi hasil. Dimana proses pemilihan mampu menghasilkan sosok pemimpin yang amanah, visioner, dan mampu mensejahterakan rakyat.

“Khusus pelaksanaan Pilkada di Kota Binjai, saya kira pemahaman maupun kedewasaan masyarakatnya dalam berpolitik dan berdemokrasi relatif baik, dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Sumatera Utara,” ujar Herry.

Secara khusus dia pun mengingatkan seluruh elemen masyarakat, terutama ormas, agar berperanserta aktif mendukung pelaksanaan setiap tahapan dan suksesi pemilihan.

Selain itu, ormas juga dituntut mampu memahami aturan dan regulasi pemilihan, melakukan sosialisasi setiap tahapan, termasuk mengawasi kinerja penyelenggara pemilihan, agar pelaksanaan Pilkada Kota Binjai 2020 berlangsunh sevara lancar, demokratis, dan sesuai aturan.

Hal yang tidak kalah penting lainnya, kata Herry, ormas harus ikut andil dalam mensosialisasikan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan dalam setiap tahapan pemilihan, demi menghindarkan munculnya klaster baru penyebaran Covid-19.

“Seluruh ormas harus berkomitmen dalam mendukung terwujudnya pilkada yang berkualitas dan damai, agar nantinya menghasilkan kepala daerah yang tidak rakus dan serakah pada kekuasaan,” himbaunya.

Sebelumnya, Ketua KPU Kota Binjai, Zulfam Effendi, menyebut ada beberapa regulasi baru yang secaea khusus diterapkan pada Pilkada 2020, khususnya terkait penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Hal ini pula yang membuat pelaksanaan tahapan oemilihan berbeda dari pemilu-pemilu sebelumnya, karena baik penyelenggara maupun peserta diwajibkan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama dengan selalu menggunakan alat pelindung diri dan membatasi jumlah peserta dalam kegiatan tatap muka langsung.

“Bisa dikatakan, ini menjadi tantangan baru bagi KPU dan Bawaslu selaku penyelenggara dan pengawas pemilihan, termasuk bagi para peserta. Sebab penerapan protokol kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tahapan Pilkada,” ungkap Zulfan.

Sehubungan dengan mekanisme pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 9 Desember 2020 mendatang, dia mengaku akan ada beberapa aturan khusus yang siap diterapkan.

Di antaranya, kata Zulfan, setiap petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang bertugas akan dilengkapi alat pelindung diri, dan sarana sterilisasi berupa penyediaan cairan handsanitizer dan desinfektan.

Sedangkan bagi calon pemilih, sebelum proses pencoblosan surat suara dilakukan, nantinya mereka diwajibkan untuk memakai masker, diukur suhu tubuhnya, dan ditentukan jadwal antrean saat pencoblosan surat suara.

“Jika saat diukur ternyata suhu tubuh calon pemilih lebih dari 37,3 derajat celcius, maka petigas KPPS akan mengarahkan calon pemilih mencoblos surat suara dalam bilik khusus yang telah disediakan,” seru Zulfan.

Meskipum demikian dia mengaku, KPU Kota Binjai masih menunggu aturan terbaru mengenai tata cara dan mekanisme pemungutan dan penghitungan suara, yang dalam waktu dekat akan disahkan oleh KPU RI.

“Sesuai simulasi dan uraian dalam draf PKPU terbaru, wacananya setiap TPS juga akan disediakan empat bilik suara.. Pemilih diberikan sarung tangan plastik sekali pakai. Sedangkan penandaan dengan tinta tidak lagi dicelupkan ke jari, tetapi dioleskan,” ungkap Zulfan.

Di sisi lain dia mengaku, pada Pilkada Kota Binjai 2020 ini kemungkinan akan ada penambahan dua TPS baru di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Binjai, menyusul penambahan 560 warga binaan baru.

Atas kemungkinan penambahan dua TPS itu, maka jumlah total TPS pada Pilkada Kota Binjai mencapai 475 titik. Dimana setiap TPS akan diisi maksimal oleh 500 calon pemilih.

“Besar harapan kita Pilkada Kota Binjai 2020 dapat berjalan dengan sukses. Bukan hanya dilihat dari kelancaraan pelaksanaan setiap tahapan, tetapi juga terkait penerapan protokol kesehatan. Sebab kita tentunya tidak ingin muncul klaster-klaster baru penyebaran Covid-19,” terang Zulfan. (andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here